Hal yang disukai Tuhan_sml

[Cool] Melakukan apa yang disukai Tuhan, Rabu 22 Maret 2017

EVALUASI TOPIK TERAKHIR TENTANG “HARGA SEBUAH MUJIZAT”.

APAKAH HARGA YANG HARUS KITA BAYAR UNTUK MEMPEROLEH MUJIZAT?

 

Melakukan apa yang disukai Tuhan

Referensi : Galatia 1:10 <1>

PENDAHULUAN

Umumnya orang yang sedang berpacaran itu suka mencari tahu apa yang disukai oleh pasangannya, supaya ia dapat menyenangkan kekasihnya. Demikian pula seorang anak bisa menyenangkan orangtuanya dengan cara menunjukkan berbagai cara yang membuat orangtuanya bahagia. Misalnya menjadi anak yang mandiri, bisa membantu orangtua, memiliki kerajinan, dsb. Orangtua pasti akan memenuhi segala kebutuhan anak-anaknya, apalagi jika ada anak yang secara khusus menyenangkan hati orangtua.

URAIAN

Bagaimana kita dapat menyenangkan Tuhan?

  1. 1. Menuruti segala perintah Tuhan (1Yoh.3:22) <2>.

– Orangtua mana yang tidak senang / tidak bangga jika anak-anaknya menuruti apapun yang diperintahkannya. Anak-anak yang demikian pasti jadi anak kesayangannya.

– Tuhan pasti senang jika kita menuruti segala perintahNya.

  1. 2. Mempersembahkan hidup kita (Rom.12:1) <3>.

– Seperti halnya Paulus (setelah ia bertobat, ia dipenuhi Roh Kudus, lalu ia menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan), kita pun harus mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan, untuk menyenangkan hatiNya.

– Gal.2:20, Flp.1:21 <4>.

  1. 3. Hidup yang menghasilkan buah (Kol.1:10) <5>.

– Buah adalah hasil akhir yang dinanti-nantikan saat panen tiba. Mereka yang menuai hasil panen tersebut pasti bersukacita. Tuhan pun sangat senang kalau melihat anak-anakNya menghasilkan buah (Yoh.15:16) <6>.

SHARING

“Apakah selama ini kita sudah menyukakan Tuhan? Ada hal-hal lain yang bisa kita perbuat untuk menyenangkan Tuhan. Bisa saudara ceritakan?

PENUTUP

Melakukan apa yang disukai Tuhan adalah kewajiban bagi kita semua sebagai umat ciptaanNya, sebagaimana juga Yesus selama hidupNya selalu melakukan apa yang dikehendaki Bapa (Yoh.14:31).

Harga sebuah mujizat

[Cool] Harga Sebuah Mujizat, Rabu 15 Maret 2017

EVALUASI TOPIK TERAKHIR TENTANG “SELAMAT TINGGAL KEFASIKAN”.

SEBUTKAN CIRI ORANG FASIK DAN CIRI ORANG BENAR.

HARGA SEBUAH MUJIZAT

PENDAHULUAN

Harga adalah nilai yang harus dibayarkan terhadap sesuatu yang mau kita miliki. Mahal atau murahnya harga suatu barang, ditentukan oleh sejauh mana kualitas barang tersebut. Kita bisa tertipu jika menentukan kualitas barang hanya karena melihat kemasannya saja. Demikian juga cara iblis menipu manusia. Seolah ada sesuatu (misalnya : jalan keluar / solusi / penawaran) yang tampak sangat menarik atau bagus sekali, tapi berujung pada maut (Ams.14:12) <1>. Berbeda sekali dengan apa yang Tuhan Yesus tawarkan / janjikan; bukan sesuatu yang murahan, tapi yang terbaik dan yang sempurna. (1Yoh.2:25) <2>

URAIAN

Berikut adalah harga untuk memperoleh mujizat:

  1. 1. Iman (Mat.15:28) <3>.

– Hidup kekristenan tidak boleh terlepas dari iman, karena tanpa iman, kehidupan kita tidak akan bisa berkenan di hadapan Tuhan (Ibr.11:6) <4>.

– Iman menentukan layak atau tidaknya kita untuk menerima berkat Allah (Gal.3:14) <5>.

  1. 2. Ketaatan (2Raj.5:10,14) <6>.

– Ketaatan = melangkah DAN melakukan. Untuk sekedar percaya itu mudah, tapi untuk bisa taat, tidak semua orang bisa melakukannya.

– Mujizat terjadi diawali dengan ketaatan.

  1. 3. Pengampunan (Mrk.2:5) <7>.

– Untuk mendapatkan pengampunan dari Tuhan, kita pun harus bisa mengampuni orang yang bersalah pada kita, karena itulah hukum yang Tuhan tetapkan bagi semua anakNya (Mat.6:14-15) <8>.

– Banyak orang tidak mengalami mujizat, karena tidak dapat mengampuni kesalahan orang lain.

SHARING

“Adakah halangan yang membuat saudara tidak pernah mengalami mujizat yang Tuhan sebenarnya sudah sediakan? Apakah itu dalam hal iman? Ketaatan? Atau pengampunan?”

PENUTUP

Untuk mengalami mujizat, ada harga yang harus dibayar, dan harganya adalah iman, ketaatan, dan pengampunan. Kita tahu bahwa Tuhan tidak pernah ingkar janji. Lakukan bagian kita dan Tuhan pasti melakukan bagianNya, maka berkat mujizat menjadi bagian kita.

Selamat Tinggal Kefasikan

[Cool] Selamat Tinggal Kefasikan, Rabu 08 Maret 2017

EVALUASI TOPIK TERAKHIR TENTANG “MENJADI TELADAN”.

APAKAH TANDA ORANG YANG DAPAT MENJADI TELADAN?

SELAMAT TINGGAL KEFASIKAN

Referensi : Titus 2:11-12 <1>

PENDAHULUAN

Keselamatan yang Allah anugerahkan melalui pengorbanan Yesus, bukan saja memberikan jaminan atas kehidupan kekal di surga nanti, tapi juga memberikan suatu jalan (bahkan kuasa) agar manusia mampu menjalani kehidupan di dunia ini dalam kekudusan / kebenaran yang sesuai dengan standar yang Tuhan kehendaki. Kebenaran dan kefasikan adalah dua hal yang sangat bertolakbelakang. Kebenaran mendatangkan pahala, sedangkan kefasikan mendatangkan hukuman.

URAIAN

Berikut adalah ciri-ciri sekaligus perbedaan antara orang fasik dan orang benar (Yud.1:15-16) <2>:

Orang fasik:
1. Suka menggerutu

– Tidak pernah puas.

  1. Suka mengeluh.

– Tidak bisa mengucap syukur dengan apa yang ada padanya.

  1. Hidup menurut hawa nafsunya.
    – Egois.
  2. Mengumbar perkataan yang bukan-bukan.
    – Fitnah. Gosip.
  3. Menjilat orang untuk mendapatkan keuntungan.
    – Menghalalkan segala cara / perbuatan.

Orang benar:

  1. Bukan penggerutu.
    – Selalu percaya pada Tuhan yang sanggup mencukupkan (Flp.4:19) <3>.
  2. Tidak pernah mengeluh.
    – Selalu bersyukur sehingga hatinya dipenuhi damai sejahtera (Flp.4:6-7) <4>.
  3. Hidup menjaga kekudusan.
    – Tidak merawat tubuhnya untuk memuaskan hawa nafsu (Rom.13:12-14) <5>.
  4. Mulutnya mengeluarkan perkataan yang membangun.
    – Membangun = tidak merusak = tidak memecah belah (Ef.4:29) <6>.
  5. Murah hatinya (Mat.5:7) <7>.

– Punya belas kasihan / rasa iba terhadap orang yang menderita (baik karena dosa maupun karena dukacita).

– Ingin mengurangi / menghilangkan penderitaan orang lain dengan cara menuntunnya kepada Kristus, sehingga ia dapat menerima kasih karunia dan pertolongan Allah.

– Semakin bermurah hati, ia akan semakin mendapatkan kemurahan Tuhan

SHARING

“Mari saat ini kita semua melakukan introspeksi. Apakah ciri-ciri kehidupan kita lebih mengarah sebagai orang benar atau sebagai orang fasik?”

PENUTUP

Hidupi kehidupan saat ini sebagai orang benar. Buktikanlah dengan menunjukkan ciri-ciri orang benar. Kefasikan hanyalah mendatangkan kesulitan, bahkan penghukuman (Mzm.1:4-6). Sukailah kebenaran dan bacalah firman Tuhan tiap hari. Lakukanlah tuntunan Tuhan dan terimalah janjiNya bahwa kita akan berbahagia dan pasti berhasil (Mzm.1:1-3). Selamat tinggal kefasikan….!!!

Menjadi Teladan

[Cool] Menjadi Teladan, Rabu 01 Maret 2017

EVALUASI TOPIK TERAKHIR TENTANG “HIDUP YANG BERHASIL”.

KEBERHASILAN MELIBATKAN TUHAN DAN KITA. APA SAJA BAGIAN YANG KITA LAKUKAN?

 

MENJADI TELADAN

Referensi : Amsal 22:1 <1>

PENDAHULUAN

Kitab Amsal Salomo memberikan prinsip-prinsip bagaimana menjadi teladan dalam kehidupan kita. Orang yang bisa menjadi teladan, namanya akan dikenal dan dikenang secara harum oleh sesamanya. Tidakkah kita semua rindu memiliki nama baik hingga akhir hayat kita? Bukankah nama baik kita akan menjadi warisan abadi bagi keturunan-keturunan kita kelak?

URAIAN

Prinsip firman Tuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang menjaga nama baiknya:

  1. Menjadi orang yang baik (Ams.22:9) <2>
  • Orang yang baik menurut firman ini adalah orang yang murah hatinya, yaitu orang yang suka memberi pertolongan bagi yang membutuhkan. Ia menjalani kehidupan yang tidak mementingkan diri sendiri

– Orang seperti ini, justru akan terus diberkati Tuhan, karena harta / kekayaan yang ia miliki, digunakan untuk memperhatikan orang lain, bukan untuk dirinya sendiri saja (Ams.11:24-25, Luk.6:38) <3>.

– Orang yang baik tidak akan merusak nama baiknya hanya demi hal-hal kesenangan duniawi. Ia juga tidak akan melakukan hal-hal berdosa untuk memperoleh kekayaannya.

  1. 2. Menjadi orang yang rajin (Ams.22:13) <4>.

– Orang yang rajin bukanlah orang pemalas. Pemalas selalu memiliki alasan yang negatif. Ia selalu  beralasan untuk tidak melakukan sesuatu yang positif.

– Orang yang rajin bukan saja menjadi berkat bagi diri sendiri, tapi juga bagi orang lain.

– Akibat kemalasan adalah kemiskinan (Ams.10:4, 6:9-11) <5>.

– Jadilah orang yang rajin di mana pun kita berada.

3     Menjadi orang yang cakap (Ams.22:29) <6>.
– Cakap = mempunyai kemampuan dan kepandaian dalam mengerjakan sesuatu.
– Kecakapan hanya bisa diperoleh jika seseorang tekun / setia melatih apa yang ada pada dirinya.
– Orang yang cakap pasti akan dihargai / dihormati semua orang

SHARING

“Apakah saudara sudah menjaga nama baik / sudah menjadi teladan bagi sesama dalam 3 hal di atas? Ceritakan hal-hal konkrit yang saudara lakukan sebagai orang-orang yang baik, yang rajin, dan yang cakap

PENUTUP

Alamilah Tahun Mujizat Penuaian yang Tuhan sudah janjikan. Jadilah orang-orang yang melakukan apa yang Tuhan sukai. Jadilah orang-orang yang menjaga nama baiknya, yaitu orang-orang yang melakukan segala sesuatunya demi nama Tuhan dipermuliakan; maka melalui tingkah langkah kita, jiwa-jiwa akan dituai.