[Cool] Harga Sebuah Mujizat, Rabu 15 Maret 2017

EVALUASI TOPIK TERAKHIR TENTANG “SELAMAT TINGGAL KEFASIKAN”.

SEBUTKAN CIRI ORANG FASIK DAN CIRI ORANG BENAR.

HARGA SEBUAH MUJIZAT

PENDAHULUAN

Harga adalah nilai yang harus dibayarkan terhadap sesuatu yang mau kita miliki. Mahal atau murahnya harga suatu barang, ditentukan oleh sejauh mana kualitas barang tersebut. Kita bisa tertipu jika menentukan kualitas barang hanya karena melihat kemasannya saja. Demikian juga cara iblis menipu manusia. Seolah ada sesuatu (misalnya : jalan keluar / solusi / penawaran) yang tampak sangat menarik atau bagus sekali, tapi berujung pada maut (Ams.14:12) <1>. Berbeda sekali dengan apa yang Tuhan Yesus tawarkan / janjikan; bukan sesuatu yang murahan, tapi yang terbaik dan yang sempurna. (1Yoh.2:25) <2>

URAIAN

Berikut adalah harga untuk memperoleh mujizat:

  1. 1. Iman (Mat.15:28) <3>.

– Hidup kekristenan tidak boleh terlepas dari iman, karena tanpa iman, kehidupan kita tidak akan bisa berkenan di hadapan Tuhan (Ibr.11:6) <4>.

– Iman menentukan layak atau tidaknya kita untuk menerima berkat Allah (Gal.3:14) <5>.

  1. 2. Ketaatan (2Raj.5:10,14) <6>.

– Ketaatan = melangkah DAN melakukan. Untuk sekedar percaya itu mudah, tapi untuk bisa taat, tidak semua orang bisa melakukannya.

– Mujizat terjadi diawali dengan ketaatan.

  1. 3. Pengampunan (Mrk.2:5) <7>.

– Untuk mendapatkan pengampunan dari Tuhan, kita pun harus bisa mengampuni orang yang bersalah pada kita, karena itulah hukum yang Tuhan tetapkan bagi semua anakNya (Mat.6:14-15) <8>.

– Banyak orang tidak mengalami mujizat, karena tidak dapat mengampuni kesalahan orang lain.

SHARING

“Adakah halangan yang membuat saudara tidak pernah mengalami mujizat yang Tuhan sebenarnya sudah sediakan? Apakah itu dalam hal iman? Ketaatan? Atau pengampunan?”

PENUTUP

Untuk mengalami mujizat, ada harga yang harus dibayar, dan harganya adalah iman, ketaatan, dan pengampunan. Kita tahu bahwa Tuhan tidak pernah ingkar janji. Lakukan bagian kita dan Tuhan pasti melakukan bagianNya, maka berkat mujizat menjadi bagian kita.

Leave a Reply