[Cool] Selama Masih Ada Kesempatan, Rabu 20 September 2017
EVALUASI TOPIK MINGGU LALU : “KASIHILAH TUHAN SEGENAP HATI”.
APA YANG TERJADI ATAS ORANG YANG MENGASIHI TUHAN SEGENAP HATINYA!?
Selama Masih Ada Kesempatan
Ref: Roma 14 : 12
PENDAHULUAN
Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh dengan belas kasih kepada setiap orang. Allah adalah kasih. Kerinduannya adalah agar setiap orang diselamatkan dan mempunyai hidup kekal bersama Dia selama-lamanya di Surga. Namun Ia juga Allah yang selalu konsisten dengan janjiNya, dengan apa yang Ia ucapkan, bahwa segala sesuatu yang kita perbuat dalam hidup ini suatu saat harus dipertanggungjawabkan. Kita bersyukur saat kita berdosa dihadapanNya, Dia memberikan kesempatan untuk kita bertobat dan berubah. Namun tidak selamanya kesempatan itu ada. Ada masanya kesempatan itu tidak kita dapatkan lagi.
URAIAN
Beberapa orang berikut ini menjadi peringatan, agar kita terus hidup dalam takut akan Tuhan:
- Daud (2Sam.11:27)
- Hal yang Daud lakukan tersebut adalah jahat di mata Tuhan. Tuhan kemudian mengutus Nabi Natan untuk menegur Daud (2Sam.12:9). Daud menyesal (2Sam.12:13) dan ia bertobat.
- Alkitab mencatat bahwa Daud tidak pernah melakukan dosa yang sama.
- Tuhan memulihkannya dan Tuhan berkenan kepadanya (Kis.13:22).
- Paulus (Kis.9:1-4).
- Nama Paulus sebelum bertobat adalah Saulus. Ia adalah seorang penganiaya orang-orang percaya. Setelah ia dijamah Tuhan, Tuhan berikan kesempatan untuk bertobat dan berubah.
- Paulus akhirnya menjadi murid Tuhan yang luarbiasa dan menjadi penulis sebagian besar kitab Perjanjian Baru.
- Hizkia (2Raj.20:1-6).
- Tuhan berikan kesempatan kepada Hizkia dengan memperpanjang umurnya 15 tahun lagi; tapi ia tidak menggunakan kesempatan itu dengan baik.
- Hizkia berubah menjadi tinggi hati dan tidak mendidik keturunannya (Manasye) untuk hidup takut akan Tuhan.
- Harta dan kerajaannya hancur (2Raj.20:17).
SHARING
“Sampaikan kesaksian tentang bagaimana saudara mengalami kesempatan kedua yang Tuhan berikan sehingga saudara mengalami perubahan!”
PENUTUP
Renungkan dalam kehidupan kita ini, di mana beberapa kali Tuhan memberikan kesempatan-kesempatan kepada kita untuk berubah menjadi orang-orang yang semakin berkenan di hadapan Tuhan. Apakah kita sudah mengalami perubahan itu ataukah belum? Mari hari ini kita pergunakan kesempatan itu sebaik-baiknya selagi masih ada waktu.



