[Cool] Hakekat Kemerdekaan, Rabu 30 Agustus 2017

EVALUASI TOPIK MINGGU LALU : “PENGURAPAN”.
INGATKAN TENTANG 3 HAL YANG DAPAT DIALAMI ORANG DIPENUHI URAPAN TUHAN!

Hakekat Kemerdekaan
Ref: Galatia 5:13

PENDAHULUAN

Kita baru saja merayakan HUT Kemerdekaan bangsa ini yang ke-72. Artinya sudah 72 tahun kita hidup dalam era yang merdeka. Merdeka atas penjajahan dan perbudakan. Demikian pula halnya dengan kehidupan rohani kita. Kita pun yang telah menyerahkan hidup kita pada Kristus, mengalami kemerdekaan. Rasul Paulus menggunakan kata ‘merdeka’ (eleutheria) yang artinya kebebasan untuk melakukan atau menghilangkan hal-hal yang tidak memiliki hubungan dengan keselamatan. Kemerdekaan seperti ini menuntut kedewasaan dan tanggungjawab dari setiap pribadi orang percaya. Itulah sebabnya rasul Paulus mengingatkan agar kita jangan menyalahgunakan kemerdekaan sebagai kesempatan hidup dalam dosa!

URAIAN

Hakekat kemerdekaan (keselamatan) dalam Kristus (Rom.6:1-23) adalah sebagai berikut:

  1. Kemerdekaan bukanlah legitimasi untuk berbuat dosa (Rom.6:1-6).
  • Jangan kita terjebak dengan pengajaran sesat yang mengatakan bahwa kasih karunia yang telah kita terima itu cukup untuk menyelamatkan kita, sebab dengan kasih karunia tersebut, Bapa tidak lagi melihat apa yang kita lakukan, melainkan melihat Kristus dalam hidup kita. Pengajaran seperti ini membuka celah bagi orang percaya untuk berbuat dosa tanpa ada rasa takut akan Tuhan.
  • Jika terjebak, maka yang ada dalam pikiran adalah, “Sejauh saya telah menerima Kristus, maka hal-hal yang lainnya tidak diperhitungkan lagi.” Ini sangat berbahaya dan berakibat pada hilangnya kemerdekaan keselamatan!
  • Rasul Paulus dengan tegas menyatakan bahwa kasih karunia yang Tuhan Yesus berikan bukanlah sebuah legitimasi untuk kita bertekun dalam dosa. Melainkan justru sebagai alasan yang kuat bagi kita untuk tidak lagi menghambakan diri kepada dosa.
  1. Dibutuhkan tindakan aktif (bukan pasif) agar kemerdekaan bisa dipertahankan (Rom.6:13-14).
  • Bagi segelintir orang yang suka mengutip ayat tanpa memperhatikan konteks ayat dan perikopnya, ayat 14 ini menjadi suatu landasan, suatu dasar pegangan bahwa karena kita telah dimerdekakan (berada dibawah kasih karunia), maka kita tidak akan dikuasai lagi oleh dosa. Kita tidak mungkin lagi jatuh dalam dosa atau melakukan perbuatan yang dianggap dosa, untuk itu kita tidak perlu lagi minta ampun atas dosa kita.
  • Tunggu dulu..!!!. Ayat 14 ini dapat kita alami, atau terjadi dalam hidup kita kalau kita melakukan ayat ke-13, yakni “serahkan diri kepada Allah…” dan “serahkan anggota-anggota tubuhmu untuk menjadi senjata-senjata kebenaran”.
  • Kata “serahkan” merupakan kata kerja aktif. Artinya kita harus mengerjakannya. Ini bukan sekedar status, bukan sekedaf pasif, melainkan tindakan yang harus kita lakukan. Kalau kita melakukan ayat 13 ini setelah kita menerima kasih karunia keselamatan, kita tidak akan dikuasai lagi oleh dosa.

PENUTUP

Kemerdekaan berupa keselamatan atas setiap orang yang percaya kepada Kristus, telah diberikan. Selanjutnya kemerdekaan ini harus benar-benar dijaga. Menjaga kemerdekaan pun tetap membutuhkan pengorbanan, berupa tindakan pertobatan (Rom.6:18-19). Jika dulu hidup dalam kecemaran, sekarang setelah menjadi orang percaya, kita harus menyerahkan anggota-anggota tubuh kita menjadi hamba kebenaran. Tanpa ini kita tidak dapat mengalami pengudusan. Jadi pengudusan bukanlah proses otomatis bersamaan dengan pembenaran. Secara status menjadi orang kudus, iya! Tetapi pengudusan yang progresif, artinya cara hidup kita sebagai orang Kristen yang sesuai dengan status baru kita sebagai orang kudus haruslah dimulai dengan menyerahkan anggota tubuh kita menjadi hamba kebenaran.

Leave a Reply