Gen Tuhan dan Gen Manusia

[COOL] Manusia Duniawi Atau Rohani?, Rabu 05 Desember 2018

MANUSIA DUNIAWI ATAU ROHANI?

Ref: 1 Korintus 2:6-16 <1>

PENDAHULUAN

Terdapat dua jenis manusia di muka bumi ini. Satu dengan yang lain sangat berbeda, bahkan perbedaannya sangat kontras. Dalam kitab Kejadian ada contoh yang sangat kontras yaitu antara kedua anak Abraham: Ishak dan Ismail. Ishak anak perjanjian (manusia rohani) sedangkan Ismail anak menurut daging (manusia duniawi).

URAIAN

Menurut ayat referensi di atas, ada perbedaan antara manusia duniawi dan manusia rohani:

  1. Manusia Duniawi.
  • Hidupnya dipimpin oleh kedagingannya.
  • Tidak menerima apapun dari Roh Allah (14a) <2>.
  • Tidak memahami kehendak Allah (14b) <3>.
  • Dikuasai oleh iri hati sehingga mengalami perselisihan.
  • Memegahkan hal-hal lahiriah (2Kor.5:12) <4>.
  1. Manusia Rohani.
  • Hidupnya dipimpin Roh Allah karena ia dikaruniakan Roh Allah (11) <5>.
  • Hidupnya memberdayakan karunia-karunia Allah (12) <6>.
  • Hidupnya diajar Roh Kudus (13b) <7>.
  • Mampu menilai segala sesuatu (15) <8>.
  • Diberi kuasa dan jadi saksi Kristus (Kis.1:8) <9>.
  • Diberi kuasa untuk menolak dosa.
  • Menjadi milik Allah dan hidup sesuai kehendakNya.

SHARING

Umum: “Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

Khusus: “Apakah saudara bisa membedakan kedua hal di atas? Adakah yang belum dimengerti? Saudara saat ini termasuk jenis manusia yang manakah? Ceritakan diri saudara berdasarkan jenis tersebut!”

PENUTUP

Untuk bisa menjadi manusia rohani, kita harus “lahir baru”. Tanpa itu tidak mungkin bisa menjadi manusia baru / manusia rohani. Setelah kita menjadi manusia rohani, kita jangan pernah lagi kembali pada kehidupan yang lama (2Kor.5:17).

ManOfSabar

[COOL] Jadi Orang Sabar, Rabu 28 November 2018

JADI ORANG SABAR

Ref: Amsal 16:32 <1>

PENDAHULUAN

Keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan keksatriaan adalah sifat-sifat yang besar dari seorang pahlawan. Namun ada satu sifat lain yang ternyata dapat melebihi karakter dari seorang pahlawan, yaitu sifat sabar. Tuhan Yesus sekalipun telah melakukan banyak kebaikan melalui berbagai pertolongan dan mujizat yang dilakukanNya, harus mengalami fitnah, aniaya, hukuman, dan siksaan. Dalam keadaan demikian ― sebelum akhirnya Ia mati di kayu salib ― Tuhan Yesus melepaskan pengampunan bagi setiap mereka yang melakukan hal-hal itu. Di sana Ia menunjukkan kesabaran yang sangat hebat. Kesabaran adalah salah satu buah Roh yang Tuhan mau agar itu pun menjadi karakter orang percaya (Gal.5:22) <2>.

URAIAN

Bagaimana agar kita dapat menjadi orang yang sabar?

  1. Dasar hidup kita haruslah kasih Kristus (Ef.3:17, 1Kor.13:4-7) <3>.
  2. Kendali atas emosi itu harus dilatih (Ef.4:2) <4>.
  3. Minta kekuatan Roh Kudus setiap waktu (Ef.3:16) <5>.

SHARING

Umum: “Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

Khusus: “Apa yang saudara lakukan saat menghadapi kata-kata kasar / menyakitkan, kritik, digosipkan, dll.? Apakah kita langsung menjadi marah? Atau bisa tetap sabar dan bisa lepaskan pengampunan? Ceritakan pengalaman saudara!”

PENUTUP

Teladani kisah kehidupan Tuhan Yesus dan Yusuf. Mereka benar-benar mengalami ujian kesabaran yang sangat sulit, namun mereka akhirnya menang. Sabar adalah masalah hati. Berikan hati kita pada Tuhan agar bisa diubahkan jadi orang yang sabar; karena hasil dari kesabaran adalah:

  • Bisa mengampuni (Kol.3:13).
  • Bisa memadamkan pertengkaran (Ams.15:18).
  • Bisa menuntun orang pada pertobatan / kebenaran (2Tim.2:24-25).
Perbesar Kapasitasmu

[COOL] Perbesar Kapasitasmu, Rabu 14 November 2018

PERBESAR KAPASITASMU

Ref: Lukas 6:38 <1>

PENDAHULUAN

Berdasarkan Kalender Yahudi, sekarang ini kita berada di Tahun 5779 atau dikenal dengan Tahun Ayin Tet. Kata “tet” digambarkan seperti “wadah”. Wadah berfungsi untuk menampung sesuatu. Hari ini kita akan belajar tentang ‘daya tampung’ / ‘kapasitas’ hidup kita. Prinsip kapasitas dari Tuhan adalah bahwa Tuhan sanggup penuhi seberapa pun kapasitas / daya tampung kita. Pastikan di Tahun Ayin Tet ini, kita terus memperbesar kapasitas kita, agar Tuhan terus memenuhi kita dengan kebaikan, anugerah, berkat, dan kemuliaanNya yang tidak terbatas.

URAIAN

Perbesarlah kapasitas hidup kita dengan cara terus:

  1. Belajar (Ul.8:5) <2>.
  • Orang Israel dibebaskan dari budak di Mesir untuk jadi orang merdeka di Tanah Perjanjian. Mereka harus menjalani / melewati “sekolah padang gurun” sebelum masuk ke Kanaan.
  • Memperbesar kapasitas harus melalui tahapan ‘belajar’, dari level budak jadi level pemilik. Belajar tentang iman, tentang kasih, tentang bersyukur, tentang ketaatan, dsb. Saat kita mau belajar, maka kapasitas kita sedang diperbesar.
  1. Berlatih (1Kor.9:25-27) <3>.
  • Olahragawan melatih tubuh mereka agar bisa jadi pemenang. Mereka memaksimalkan kapasitas mereka. Memang tidak mudah mencapai level tersebut. Perlu perjuangan keras dan keuletan. Perlu melatih diri dan menguasainya.
  • Perjuangan dalam kehidupan adalah sarana untuk melatih dan menguasai diri. Contoh: Kuasai kemarahan, maka kapasitas pengampunan kita sedang diperbesar.
  1. Berubah (Ibr.5:13-14) <4>.
  • Anak kecil harus berubah untuk menjadi dewasa. Ada proses yang harus dilalui. Tidak bisa instan. Untuk menjadi dewasa, kita harus mau dirubah dalam hal makanan, dari “susu” menjadi “makanan keras”.
  • Menjadi dewasa = punya pancaindra yang terlatih dan sanggup membedakan. Artinya jika kita sudah dewasa / berkapasitas besar, ditandai dengan kita sudah berubah dalam hal kepekaan dan pola pikirnya (Rom.12:2) <5>.

SHARING

Umum: “Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

Khusus: “Apakah kebiasaan kita sudah berubah ke arah yang lebih baik?”

PENUTUP

Di Tahun 5779 ini, Tuhan akan memberikan segala yang baik, dan untuk itu kita perlu memiliki wadah untuk menerimanya. Perbesarlah kapasitas kita, karena kita akan merugi jika Tuhan sanggup limpahi dengan tanpa batas, tapi kita hanya menyiapkan wadah yang kecil.

Mengalami Api Roh Kudus

[COOL] Mengalami Api Roh Kudus, Rabu 07 November 2018

MENGALAMI API ROH KUDUS

Ref: Kisah Para Rasul 2:3 <1>

PENDAHULUAN

Kita sedang memasuki masa Pentakosta Ketiga, di mana Tuhan mencurahkan Roh KudusNya secara dahsyat. Pencurahan Roh Kudus di Pentakosta Ketiga ini akan membawa kepada penuaian terbesar dan terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Setiap kita harus mempersiapkan diri untuk mengalami lawatan api kuasa Pentakosta Ketiga ini.

URAIAN

Kita akan belajar dari sebuah peristiwa menjelang pencurahan Roh Kudus atas murid-murid Tuhan di Yerusalem, khususnya saat dilakukan penggantian Yudas Iskariot oleh Matias (Kis.1:15-26) <2>. Apa yang terjadi di sana menggambarkan tentang siapa yang akan menerima lawatan Pentakosta Ketiga ini.

  1. Yang Mentaati Firman Tuhan.

Firman Tuhan harus digenapi. Yudas harus diganti. Dasar kehidupan kita adalah Firman Tuhan. Firman Tuhan harus kita taati, sekalipun tidak mudah, karena berlawanan dengan kehendak kita, karena kehendak Tuhan belum tentu sama dengan kehendak kita. Mau alami api Roh Kudus? Hiduplah dalam ketaatan pada Firman Tuhan.

  1. Yang Setia Mengikuti Tuhan.

Matias terpilih karena ada kriteria yang harus terpenuhi, yaitu yang ada bersama-sama sejak baptisan Yohanes sampai Yesus naik ke Surga. Ini artinya bahwa orang yang setia, dipilih Tuhan. Kesetiaan ini penting sekali karena kita ― seperti halnya murid-murid Tuhan saat itu ― tidak tahu dengan pasti kapan lawatan Tuhan terjadi. Bisa dibayangkan jika kita tidak setia, maka bisa saja kita undur dari Tuhan.

  1. Yang Hanya Mengandalkan Tuhan.

Dipilih lewat undi. Artinya tidak ada campur tangan manusia. Matias dipilih sendiri oleh Tuhan. Di sini kita belajar bahwa kita harus andalkan Tuhan, bukan kekuatan manusia. Diperlukan kerendahan hati untuk bisa alami api Roh Kudus. Jika kita tidak mau merendahkan diri di hadapanNya dan merasa tidak butuh Roh Kudus, kita tidak bisa mengalami lawatan api Pentakosta Ketiga.

SHARING

Umum: “Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

Khusus: “Adakah yang belum dibaptis Roh Kudus dengan tanda awal berbahasa roh? Doakan!”

PENUTUP

Setelah peristiwa penggantian murid (Yudas diganti Matias), maka terjadilah pencurahan Roh Kudus. Saat hidup kita sebagai murid-murid Kristus dipenuhi Roh Kudus, kita akan menjalani hidup ini dengan kuasa (Kis.1:8). Selamat mengalami Pentakosta Ketiga. Selamat menuai jiwa.