dream

[COOL] Apa Impianmu?, Rabu 27 Maret 2019

APA IMPIANMU?
Ref: Amsal 29:18

 

PENDAHULUAN
Kata ’wahyu’ dalam ayat referensi tersebut, memiliki makna lain yang kita kenal dengan
kata ’visi’ atau ’mimpi’ (Alkitab KJV). Dalam Alkitab, banyak tokoh yang mencetak
sejarah, di mana mereka mengawalinya dengan sebuah mimpi. Ada pepatah berkata:
Anda tidak usah bayar apapun untuk bermimpi, tetapi kalau anda tidak memiliki impian,
maka harganya terlalu mahal untuk anda bayar.

URAIAN
Mengapa kita harus punya mimpi / visi?

  1. Karena Tuhan sendiri punya impian (Kej.1:26-28).
    – Saat Tuhan menciptakan manusia, Tuhan memiliki impian supaya manusia jadi
    serupa dengan gambar Tuhan. Tuhan punya impian agar manusia berkuasa
    atas dunia dan segala ciptaan.
    – Dosa merusak impian Tuhan, namun impian Tuhan bisa digenapi melalui kasih
    karunia Kristus yang berkorban mati disalibkan.
    – Kalau Tuhan punya mimpi agar manusia diberkati dan menguasai bumi, maka itu
    adalah kehendak Tuhan. Lakukan kehendakNya dan mulailah memiliki impian
    sesuai keinginan Tuhan.
  2. Karena kita bisa kuat di masa sengsara (Kej.37).
    – Pelajari kehidupan Yusuf. Bermula dari sebuah mimpi (ay.5), namun mimpinya
    membawa Yusuf ke sumur, menjadi budak, mengalami fitnah, dan masuk
    penjara. Selama 13 tahun ia menderita, tapi ia bisa tetap kuat, karena mimpinya
    mendatangkan pengharapan.
    – Saat kita punya impian, namun nampaknya jauh dari kenyataan, kita bisa tetap
    kuat jika kita tetap melekat pada Tuhan, karena Tuhan bisa bekerja menggenapi
    mimpi kita.
  3. Karena kita bisa melihat janji Allah kelak (Kej.13:14-16).
    – Saat Abraham berpisah dengan Lot, Tuhan janjikan Abraham jadi bangsa yang
    besar. Saat Abraham melihat ke seluruh penjuru yang dikatakan Tuhan, maka
    Abraham mulai melihat (bermimpi) banyaknya keturunannya; padahal saat itu ia
    tidak memungkinkan memiliki keturunan.
    – Mimpi yang Abraham dapatkan, membuat imannya bekerja terhadap janji Tuhan.

SHARING
Umum: “Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal
tersebut menurut pengalaman hidup saudara.”
Khusus: “Apakah impian saudara terhadap keluarga / pekerjaan / pelayanan / Cool
saudara? Beranilah memimpikan sesuatu yang besar, karena Tuhan kita besar!”

PENUTUP
Impian (visi) sangatlah besar manfaatnya. Ketika kita memiliki mimpi yang besar, maka
hal itu akan menarik iman kita jadi besar. Iman yang besar memunculkan kehidupan doa
yang besar pula. Allah punya mimpi untuk kita. Mimpi Allah adalah supaya kita diberkati
dan menang dalam segala hal.

MengaturKeuangan

[COOL] Mengatur Keuangan, Rabu 20 Maret 2019

MENGATUR KEUANGAN

Ref: Lukas 14:28

PENDAHULUAN

Kehidupan yang kita jalani tidak terlepas dari keuangan bukan?! Kita membutuhkannya untuk kehidupan sehari-hari, urusan rumah tangga, pendidikan anak, kesehatan, dsb. Jika kita mau hidup berbahagia, maka kita harus bisa mengatur keuangan dengan baik, karena jika tidak maka akan banyak masalah yang muncul daripadanya. Prinsip keuangan yang sederhana adalah ”pemasukan=pengeluaran”, tetapi prinsip keuangan yang sukses adalah ”pemasukan lebih besar daripada pengeluaran”, sehingga selisihnya bisa ’saving’ (ditabungkan). Saving dibutuhkan untuk hal-hal yang terjadi di luar prediksi.

URAIAN

Mengatur uang dengan bijaksana dapat memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Membuat budget / perencanaan anggaran (Luk.14:28).
  • Buatlah pos-pos anggaran. Sesuaikanlah dengan pemasukan kita.
  • Catat tiap pengeluaran dengan detail / rinci.
  • Perencanaan anggaran membuat kita bisa merencanakan keuangan dengan baik, sehingga kita bisa menghindari ‘lebih besar pasak daripada tiang’.
  1. Mempunyai prioritas keuangan.
  • Miliki skala prioritas. Belilah yang menjadi ‘kebutuhan bukan keinginan’.
  • Pelajari Kisah Minyak Narwastu (Mrk.14:3-9). Pelajaran tentang persiapan untuk suatu kebutuhan.
  • Sesuatu yang mahal bukan berarti pemborosan selama itu adalah kebutuhan.
  1. Mempunyai kebijaksanaan dan komitmen keuangan.
  • Pelajari Kisah Yusuf di Mesir, saat mengalami 7 masa kelimpahan dan 7 masa kelaparan. Firaun mempercayakan Yusuf untuk “mengatur kekayaan” Mesir.
  • Yusuf bisa dipercayakan demikian karena ia “bijaksana” (Kej.41:39).
  • Diperlukan kebijaksanaan untuk bisa mengatur keuangan. Orang yang bijaksana adalah orang yang mendengar dan melakukan firman Tuhan (Mat.7:24).
  • Mendengar dan melakukan, berbicara tentang ketaatan dan komitmen; karena bukan saja mengerti tapi juga melakukannya.
  • Jika tidak memiliki komitmen, maka apa yang sudah direncanakan di awal bisa berubah karena pengaruh internal maupun eksternal.
  • Orang yang bijak terhadap keuangan seumpama Kisah 5 Gadis Bijaksana (Mat.25:8-9) = menyediakan minyak = punya / bisa ‘saving’.

SHARING

Umum: “Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut menurut pengalaman hidup saudara.”

Khusus: “Bagaimana cara saudara mengatur keuangan? Apakah selama ini muncul kesulitan dalam pengaturannya? Mengapa bisa demikian?”

PENUTUP

Masalah keuangan termasuk yang paling banyak ditulis dalam pengajaran Tuhan Yesus. Itu artinya adalah hal yang penting untuk diperhatikan dalam hal pengaturan keuangan kita. Hati-hati jangan sampai harta / uang menguasai hati kita (Mat.6:21). Jika kita bisa mengatur keuangan kita, maka itu juga ada hubungannya dengan cara kita menata hati kita. Hati kita benar, keuangan kita juga benar.

DombaNGembala

[COOL] Hati Yang Taat, Rabu 13 Maret 2019

HATI YANG TAAT

Ref: Yehezkiel 36:26-27

PENDAHULUAN

Ayat referensi di atas adalah ayat kunci khususnya dalam kita menjalani tahun ini. Sesuai ayat emas tersebut ada kata hati ditulis tiga kali, sehingga kita bisa memahami bahwa Tuhan akan banyak berurusan dengan hati kita. Tahun Kelahiran Yang Baru berawal dari hati  yang baru. Hati yang baru berbicara tentang hati yang taat. Tanda orang yang memiliki hati yang baru adalah memiliki ketaatan.

URAIAN

Bagaimana supaya kita bisa hidup dalam ketaatan?

  1. Kita harus mau dibentuk untuk dapat mengalami perubahan.
  • Dalam terjemahan lain, “hati yang taat” dituliskan dalam arti “hati yang lembut”.
  • Ini menggambarkan hati yang mudah dibentuk. Tidak berkeras hati (Rom.2:5).
  1. Kita harus penuh dengan Roh Kudus.
  • Taat (=basar; kulit khatan) = Sunat hati.
  • Sunat artinya ada bagian yang dibuang / dipotong dan itu sakit. Bagian tersebut berbicara tentang kedagingan.
  • Tuhan mau kita tinggalkan kedagingan dan hidup dalam Roh (Gal.5:22-23).
  • Orang yang mau hidup taat, perlu kuasa Roh Kudus, karena hidup dalam kedagingan tidak dapat membuat kita taat pada Tuhan.
  1. Kita harus andalkan iman pada Tuhan.
  • Teladani ketaatan Abraham (Ibr.11:8). Dia adalah Bapa Orang Percaya.
  • Karena imannya pada Tuhanlah yang membuat ia bisa taat.

SHARING

Umum: “Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut menurut pengalaman hidup saudara.”

Khusus: “Kesulitan apa yang kita alami untuk bisa taat pada Tuhan? Bagaimana cara mengatasinya?”

PENUTUP

Tahun Kelahiran Yang Baru mengandung berkat bagi orang yang hatinya mau taat. Bagi yang melakukan “sunat hati”, maka ia akan masuk dalam BaitNya (Yeh.44:9) dan di dalam Bait Tuhan ada berkat dan kebaikan demi kebaikan (Mzm.65:5).

TuhanPerlindunganku

[COOL] Lebih Baik Berlindung Pada Tuhan, Rabu 06 Maret 2019

LEBIH BAIK BERLINDUNG PADA TUHAN

Ref: Mazmur 91:7-8

PENDAHULUAN

Tuntunan Tuhan atas kita semua khususnya di tahun ini adalah bahwa kita akan dikaruniakan mujizat yang belum pernah kita alami sebelumnya. Untuk itu, adakalanya kita akan diperhadapkan dengan keadaan goncangan. Di akhir jaman ini banyak terjadi goncangan, tapi anak-anak Tuhan haruslah tidak tergoncangkan, karena itulah janji Firman Tuhan. Syaratnya adalah kita harus hidup dalam perlindungan Tuhan. Kita tidak boleh mengandalkan kekuatan manusia / harta / kekayaan / apapun yang ada di dunia ini. Perlindungan dan pertolongan kita, datang dari Allah Yang Maha Tinggi.

URAIAN

Tanda atau ciri orang yang berlindung pada Tuhan:

  1. Senantiasa berdoa dan berjaga-jaga (Ef.6:16-18).
  • Doa adalah sarana meminta perlindungan Tuhan.
  • Roh Kudus yang ada dalam kita akan turut berjaga-jaga.
  • Harus terus berjaga karena iblis tidak tinggal diam dengan berbagai intimidasinya yang berusaha membuat kita ketakutan.
  • Kuasa doa mengalahkan ketakutan dan membuat kita hidup dalam perlindungan Tuhan.
  1. Merasa tenang dan tidak takut (Mrk.6:50-51).
  • Menjaga hati tetap tenang / tidak takut, membuat tubuh kita terlindung dari penyakit. Kegelisahan membuat jantung berdebar lebih cepat dan tekanan darah naik. Beresiko terhadap syaraf-syaraf di tubuh kita.
  • Rasa tenang / tidak takut, bersumber dari sikap berserah / percaya penuh pada kuasa Tuhan dan firmanNya yang sanggup mengubahkan situasi menjadi baik (Rom.8:28).
  1. Jalan hidupnya “lurus” di hadapan Tuhan (Yos.1:7-9).
  • Tuhan janjikan untuk menyertai kita sampai akhir jaman (Mat.28:20). Dia juga janjikan damai sejahtera dan sukacita yang tak berkesudahan (Yes.48:18-19).
  • Janji-janji Tuhan bisa digenapi jika jalan hidup kita tidak menyimpang dari jalan yang Tuhan kehendaki. Tuhan janjikan kekuatan dan kemenangan jika kita sejalan denganNya.
  • Kita harus tetap berhati-hati dan jangan menyimpang dari kehendak Tuhan.

SHARING

Umum: “Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut menurut pengalaman hidup saudara.”

Khusus: “Sudahkan saudara merasa aman dalam lindungan Tuhan? Adakah saat-saat tertentu kita merasakan kehilangan perlindungan Tuhan? Mengapa?”

PENUTUP

Tidak ada kemenangan tanpa peperangan. Sikap-sikap di atas adalah bagian dari peperangan yang harus kita jalani. Ingatlah kita adalah biji mata Tuhan, maka tentu Tuhan akan jaga kita, namun demikian kita harus terus percaya dan berpegang padaNya dan bukan pada dunia atau pada yang lainnya di luar Tuhan. Ketahuilah bahkan malaikat-malaikat Tuhan diutus untuk menjagai dan meluputkan kita (Mzm.34:8).