images (5)-250x160

[COOL] HEBATNYA KARYA ROH KUDUS,14 Januari 2020

HEBATNYA KARYA ROH KUDUS
Yesaya 32:9-20

Roh Kudus dicurahkan atas hidup manusia untuk menolong, menguatkan, memampukan kita untuk hidup dekat dengan Tuhan, mematikan keinginan daging, dan untuk melakukan hal-hal rohani sehingga kita dapat berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Saat Roh Kudus dicurahkan, hal-hal ini terjadi dalam kehidupan manusia:
1. Mengalami pemulihan (ay.15)
Hal-hal yang tidak teratur (padang gurun) diubahkan jadi teratur (kebun buah-buahan). Hal ini berbicara tentang pemulihan.
#Ceritakan pengalaman perubahan kondisi (tidak teratur jadi teratur) ini!
2. Mengalami kebenaran (ay.16)
Orientasi hidup adalah membalas kejahatan dengan kebaikan, bukan dengan kejahatan lagi. Berkati musuh. Doakan orang yang menyakiti. Itulah kebenaran. Mengalami kebenaran artinya mengalami hidup dalam kasih ilahi (Mat.22:37-40).
#Pernah mengalaminya? Ceritakan! Apa reaksi kita saat menghadapinya? Apa akibat dari reaksi tersebut?
3. Mengalami damai sejahtera (ay.17)
Bisa mengalami ketenangan / ketenteraman sekalipun di tengah masalah. Inilah yang membedakan dengan orang yang belum percaya. Damai sejahtera adalah kekuatan kita untuk menghadapi masalah.
#Bisa tetap tenang di tengah masalah? Ceritakan!

Saat ini adalah era pencurahan Roh Kudus (Pentakosta Ketiga). Mari buka hati untuk menerima RohNya. Ijinkan Tuhan mengambil kendali atas hidup kita.

images (5)-250x160

[COOL] HARI DEPAN PENUH HARAPAN, 07 Januari 2020

  1. HARI DEPAN PENUH HARAPAN
    Yeremia 29:11

Setiap orang yang membangun rumah, harus membuat rencana / rancangan terlebih dahulu. Memasuki Tahun Baru 2020, kita akan membangun kehidupan yang menjadi harapan kita. Kita bersyukur kalau Tuhan sudah merancangkan hari depan yang penuh harapan. Untuk mendapatkan harapan kita, maka ada aturan-aturan yang harus kita lakukan. Untuk meraih rancangan Tuhan, maka kita harus melakukan aturan-aturan Tuhan.
1. Harus memiliki perspektif yang benar.
#Berikan contoh bagaimana atau tokoh siapa yang punya perspektif benar.
– Seperti Daud (1Sam.17:26).
– Seperti Timotius (1Tim.4:12).
– Memiliki kapasitas (Mat.25:14-30).
2. Harus memiliki ketekunan.
#Apakah arti dari ketekunan?
– Seperti sedang berlomba (Ibr.12:1).
– Menimbulkan pengharapan (Rom.5:4).
3. Harus bekerja maksimal.
#Berikan contoh bagaimanakah bekerja maksimal itu?
– Kesempatan ada selagi hidup (Pkh.9:10).
– Kekuatan dari Roh Tuhan (Zak.4:6).

Rancangan Tuhan bukan kegagalan atau kecelakaan. Rancangan Tuhan adalah keberhasilan dan keberuntungan. Masalahnya kita tidak mengikuti aturan-aturan yang Tuhan berikan untuk mencapai hari depan yang penuh harapan. Memasuki Pentakosta Ketiga, kita akan memiliki kuasa / kemampuan yang besar, agar rancangan Tuhan terjadi dalam hidup kita.

KAULAH BAPAKU YANG BAIK (E)
Kaulah Bapaku yang baik. Tak pernah rancangkan yang jahat bagiku
Kaulah bapaku yang setia. Tak pernah biarkan kujalan sendiri
KasihMu bagai embun yang turun s`tiap pagi, selalu baru bagiku
JanjiMu menopang hidupku. Kupercaya padaMu, Kau Bapa yang baik.

bible-250x160

[COOL] KELUARGA YANG BERBAHAGIA, 10 Desember 2019

KELUARGA YANG BERBAHAGIA
Mazmur 128:1-6

Tuhan mau supaya semua anak-anakNya selalu bahagia (Bahagia = keadaan atau perasaan senang dan tenteram; bebas dari segala yang menyusahkan). Dalam realita hidup, banyak orang yang tidak berbahagia. Keluarga-keluarga pun tidak luput dari ketidakbahagiaan, yang berujung pada kehancuran (perceraian).
Data perceraian di Indonesia terus meningkat (2015=353.843 kasus. 2016=365.654 kasus. 2017=374.516 kasus). Propinsi tertinggi kasus perceraian adalah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Secara umum penyebab perceraian adalah masalah ekonomi, perbedaan prinsip, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, dan terlalu sibuk dengan media sosial.
Firman Tuhan menjelaskan bahwa Allah menentang perceraian (Mat.19:6, Rom.7:1-3, 1Kor.7:10-11). Sejak masa penciptaan, Allah justru menghendaki lahirnya keluarga untuk menaklukkan bumi (Kej.1:28). Allah memberkati keluarga dan mencurahkan kuasaNya turun atas rumah tangga.
Keluarga yang berbahagia adalah jika suami (ayah) dan istri (ibu) dan anak-anak memiliki sikap takut akan Tuhan dan menuruti jalanNya. Tanda sikap yang tidak takut akan Tuhan, yang pasti menghasilkan ketidakbahagiaan:
1. Suami (ayah): Otoriter, menghakimi, mudah menyalahkan, malas bekerja, kasar.
2. Istri (ibu): Perkataannya pedas / menusuk, suka menghakimi, menyebalkan, menimbulkan amarah dan perpecahan.
3. Anak-anak: Menyakiti orangtua, membawa masalah / malapetaka / kerusakan.

#Apakah para suami sudah jadi teladan bagi istri dan anak-anak? Bagaimana sikapmu terhadap istri dan anak-anakmu? Adakah peran dan kasihmu nyata bagi keluargamu?
#Apakah para istri sudah jadi pembawa damai / sukacita / kesegaran / kekuatan atas keluargamu? Apakah sikap dan perkataanmu seumpama ‘anggur’ atau ‘cengek’?
#Apakah engkau anak-anak menjadi ‘tunas pohon zaitun’ bagi ayah dan ibumu? Atau menjadi ‘semak duri’ atas mereka?

Jadilah keluarga-keluarga yang berbahagia. Bawalah lebih banyak jiwa / keluarga ke dalam Cool kita, supaya mereka pun belajar hidup takut akan Tuhan dan menuruti firmanNya. Maka pasti ada berkat atas suami, istri, dan anak-anak.

urapan

[COOL] RAHASIA BERKAT DOA YABES, 03 Desember 2019

RAHASIA BERKAT DOA YABES
1 Tawarikh 4:9-10

Berikut adalah prinsip berkat kehidupan yang bisa kita pelajari dari seorang Yabes dan doanya yang tidak biasa itu:

1. Minta berkat melimpah : Sadarilah Allah telah begitu banyak melakukan mujizat dan menuntun kita umat pilihanNya keluar dari berbagai penderitaan.
#Renungkan dan ceritakan beberapa pertolongan Tuhan atas kehidupan kita. Jalan keluarNya, mujizatNya, kelepasanNya, dll.

2. Minta perluasan daerah : Pintalah kapasitas hidup agar diperbesar, agar bisa memberikan pengaruh bagi sesama.
#Pengaruh apa yang telah saudara berikan melalui kehidupan saudara? Kepada lingkungan tetangga, di kantor / tempat usaha, di sekolah / kampus, di gereja, di komunitas apapun, dll. Dampak apa yang secara nyata telah saudara tunjukkan?

3. Minta penyertaan Tuhan : Saat kapasitas diperbesar, secara alamiah tentu tanggungjawab semakin besar, karena itu kita butuh mujizat pertolongan Tuhan dalam bentuk penyertaanNya yang ajaib.

4. Minta dijauhkan dari si jahat : Tetap harus waspada; jika kita disertai Tuhan, diperbesar kapasitasnya, dan diberkati berlimpah-limpah, jangan sampai hal-hal tersebut justru membuat kita jatuh dalam dosa, karena iman kita tidak kuat mengatasinya.
#Pernahkah saudara mengalami kejatuhan justru karena berkat? Mengapa bisa terjadi demikian? Ceritakan!

Kisah Yabes diceritakan dalam Alkitab dengan sangat singkat, namun apa yang dinyatakan Yabes melalui doanya, adalah suatu doa yang begitu spesial. Satu hal yang perlu kita ketahui adalah nama Yabes sendiri bermakna ‘negatif’. Ibunya menderita saat melahirkan Yabes. Nama Yabes identik dengan penderitaan / kesakitan / kondisi yang buruk. Dengan keadaan “awal’ yang negatif, Yabes menaikkan doa tersebut dan Tuhan menjawab doanya.