[COOL] KELUARGA YANG BERBAHAGIA, 10 Desember 2019

KELUARGA YANG BERBAHAGIA
Mazmur 128:1-6

Tuhan mau supaya semua anak-anakNya selalu bahagia (Bahagia = keadaan atau perasaan senang dan tenteram; bebas dari segala yang menyusahkan). Dalam realita hidup, banyak orang yang tidak berbahagia. Keluarga-keluarga pun tidak luput dari ketidakbahagiaan, yang berujung pada kehancuran (perceraian).
Data perceraian di Indonesia terus meningkat (2015=353.843 kasus. 2016=365.654 kasus. 2017=374.516 kasus). Propinsi tertinggi kasus perceraian adalah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Secara umum penyebab perceraian adalah masalah ekonomi, perbedaan prinsip, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, dan terlalu sibuk dengan media sosial.
Firman Tuhan menjelaskan bahwa Allah menentang perceraian (Mat.19:6, Rom.7:1-3, 1Kor.7:10-11). Sejak masa penciptaan, Allah justru menghendaki lahirnya keluarga untuk menaklukkan bumi (Kej.1:28). Allah memberkati keluarga dan mencurahkan kuasaNya turun atas rumah tangga.
Keluarga yang berbahagia adalah jika suami (ayah) dan istri (ibu) dan anak-anak memiliki sikap takut akan Tuhan dan menuruti jalanNya. Tanda sikap yang tidak takut akan Tuhan, yang pasti menghasilkan ketidakbahagiaan:
1. Suami (ayah): Otoriter, menghakimi, mudah menyalahkan, malas bekerja, kasar.
2. Istri (ibu): Perkataannya pedas / menusuk, suka menghakimi, menyebalkan, menimbulkan amarah dan perpecahan.
3. Anak-anak: Menyakiti orangtua, membawa masalah / malapetaka / kerusakan.

#Apakah para suami sudah jadi teladan bagi istri dan anak-anak? Bagaimana sikapmu terhadap istri dan anak-anakmu? Adakah peran dan kasihmu nyata bagi keluargamu?
#Apakah para istri sudah jadi pembawa damai / sukacita / kesegaran / kekuatan atas keluargamu? Apakah sikap dan perkataanmu seumpama ‘anggur’ atau ‘cengek’?
#Apakah engkau anak-anak menjadi ‘tunas pohon zaitun’ bagi ayah dan ibumu? Atau menjadi ‘semak duri’ atas mereka?

Jadilah keluarga-keluarga yang berbahagia. Bawalah lebih banyak jiwa / keluarga ke dalam Cool kita, supaya mereka pun belajar hidup takut akan Tuhan dan menuruti firmanNya. Maka pasti ada berkat atas suami, istri, dan anak-anak.