images_copy_250x160

[COOL] LEBIH BAIK, 18 Februari 2020

LEBIH BAIK
Ulangan 28:13-14

Di Tahun Dimensi Yang Baru, kita akan dibawa terus naik dan bukan turun. Ini adalah gambaran kehidupan yang lebih baik. Kita tentu mau mengalami hal-hal yang lebih baik lagi, dalam hal kesehatan, kehidupan, keluarga, usaha, karier, dan pelayanan kita. Hari ini kita belajar dari kehidupan Yusuf yang tadinya budak tapi berubah jadi seorang wakil raja. Dia mengalami berkat “naik dan bukan turun”. Yusuf mengalami keadaan yang “lebih baik”. Mari kita teladani hal-hal di mana Yusuf menjaga hal-hal berikut ini dalam kehidupannya sehingga ia mengalami berkat Tuhan:

1. Menjaga mimpi (Kej.42:9).
#Mimpi khusus apa yang pernah saudara dapatkan? Apakah saudara mengupayakan sesuatu demi mimpi itu terealisasi?
– Yusuf masih mengingat mimpi yang pernah diterimanya. Yusuf menjaga mimpinya di mana Tuhan akan membawa dia menjadi pemimpin.
– Dalam kehidupan ini adalah penting untuk memiliki mimpi / tujuan / visi. Tuhan sudah berikan tuntunan di tahun ini bahwa kita akan mengalami dimensi yang baru; bagian kita adalah menjaga visi tersebut.
– Cara menjaga mimpi adalah dengan “diperkatakan” (Kej.37:5).

2. Menjaga kekudusan (Kej.39:8-9).
#Apa makna kekudusan menurut saudara? Bagaimana untuk menjadi kudus?
– Yusuf diperhadapkan untuk berbuat dosa, namun ia bisa menghindarinya. Yusuf menjaga kekudusannya, karena buat Yusuf jika hal itu dilakukan, maka itu adalah kejahatan di mata Tuhan.
– Orang yang bisa menjaga kekudusan, menyadari bahwa Tuhan ada di mana pun dan mengawasinya, sekalipun tidak ada seorang pun yang tahu jika ia akan berbuat dosa. Orang yang hidup dalam kekudusan, memiliki sikap takut akan Tuhan, lebih dari apa pun.
– Mari periksa hidup kita, apakah ada sesuatu yang masih kita sembunyikan di hadapan Tuhan? Dosa adalah kejahatan dan itu membuat kita tidak mengalami hal yang lebih baik (Yer.5:25).
– Cara menjaga kekudusan adalah “berani menolak dosa”. Harus memiliki prinsip tersebut. Jangan mudah terpengaruh.

3. Menjaga hati (Kej.45:3-5).
– Sekalipun Yusuf mau dibunuh namun kemudian dijual sebagai budak, hal itu tidak membuat Yusuf menyimpan dendam kepada saudara-saudaranya. Hal itu terbukti saat Yusuf sudah mengalami keberhasilan dan bahkan punya kekuasaan (di mana ia punya kesempatan untuk membalas), tapi justru Yusuf mengampuni dan menerima orang-orang yang telah menyakitinya. Yusuf tidak menolak mereka.
– Kita pun harus memiliki hati yang mengampuni, supaya hidup kita lebih baik (1Ptr.3:10-11).

Kehidupan Yusuf mengalam hal yang lebih baik, namun itu terjadi tidak begitu saja. Ada proses yang harus dilewati. Ada ujian atau tantangan. Jika tahun ini kita mengalami proses, maka jadikan proses itu untuk hidup kita menjadi lebih baik. Jaga mimpi, jaga kekudusan, jaga hati kita, maka kita akan “lulus dan naik kelas”.

sertifikat-murah-iso-tanda-tanya-250x160

[COOL] SIKAP BENAR DALAM PENANTIAN, 11 Februari 2020

SIKAP BENAR DALAM PENANTIAN
Lukas 1-25

Saat ini kita telah memulai suatu masa yang baru, di mana tentu kita merindukan rencana-rencana Tuhan bagi kita digenapi. Di masa yang telah berlalu, mungkin kita mengalami hal-hal yang tidak diharapkan. Ada hal-hal yang telah kita rencanakan, telah diatur sebaik mungkin menurut pikiran kita, dan kita memperkirakan akan mendatangkan hasil yang baik; namun ternyata realitasnya tidak seturut apa yang dicita-citakan.

Dari kehidupan Zakharia, kita dapat belajar tentang sikap yang benar dalam menantikan janji Tuhan, sbb:

1. Selalu sabar menantikanNya.
Rom.12:12, 1Kor.13:7, Gal.5:22, Ibr.6:15.
#Ceritakan pengalaman terkait ujian kesabaran. Apa yang terjadi dan apa respons kita atas situasi tersebut? Apa konsekuensinya?

2. Senantiasa percaya pada janjiNya.
Ams.3:5, Ibr.11:8-11.
#Ceritakan jika ada yang memiliki pengalaman menjalankan tuntunan Tuhan walaupun nampaknya tidak masuk akal. Apa yang terjadi?
3. Melakukan dengan setia apa yang dipercayakanNya.
Luk.16:10-13, 1Tim.6:11.
#Aktivitas/pekerjaan/pelayanan apa yang sedang Tuhan percayakan saat ini? Menurut saudara apakah itu besar atau kecil? Apa standarnya? Apakah masih ada semangat untuk menjalaninya? Jika tidak, mengapa? Bagaimana seharusnya?

Mari awali tahun/masa ini sesuai tuntunan-tuntunan Tuhan. Percayalah bahwa berkat, anugerah, dan perkenanan Tuhan, terjadi dalam kehidupan kita di tahun ini.

images (5)-250x160

[COOL] TETAP TEGUH DI SEGALA KEADAAN, 04 Februari 2020

TETAP TEGUH DI SEGALA KEADAAN
Mazmur 103:1-22

Kehidupan orang percaya tidak terlepas dari tantangan. Terkadang ada goncangan bisa terjadi, di mana hal tersebut akan menguji imannya. Ada yang bertahan dan sebaliknya. Mereka yang tidak bertahan, imannya bisa goyah, bahkan ada yang hatinya tidak lagi condong kepada Tuhan, melainkan mencari pertolongan dengan cara-cara yang dunia tawarkan. Jika mereka tidak bertobat, akhirnya bisa melupakan Tuhan dan kembali pada kehidupan lamanya.

Teguhkan iman kita dalam segala keadaan. Untuk mempunyai iman yang teguh:
1. Jangan melupakan segala kebaikan Tuhan.
– Tuhan ampuni dosa kita dan selamatkan kita (3a).
– Tuhan sembuhkan penyakit kita (3b)
– Tuhan tebus kita dari kematian kekal (4).
#Setiap orang ceritakan 1 (saja) mujizat dalam kehidupannya!
2. Jangan pernah lupa membalas kasih Tuhan.
– Harus memiliki rasa takut akan Tuhan (11)
– Harus mentaati firmanNya (18)
– Harus setia beribadah kepadaNya (Mzm.100:2).
#Ceritakan hal lain untuk membalas kasih Tuhan yang kita bisa lakukan!
3. Jangan lupa siapa diri kita.
– Kita ini begitu kecil dan sangat tidak berdaya tanpa Tuhan (14).
– Hidup kita ini begitu singkat (15-16).

Untuk bisa teguh dalam segala keadaan, tidak ada cara yang paling baik selain terus menerus bersekutu dengan Tuhan. Jalani kehidupan dalam doa-pujian-penyembahan dan intim dengan firman Tuhan yang semakin dalam

sertifikat-murah-iso-tanda-tanya-250x160

[COOL] BERMAKNAKAH HIDUPMU?, 21 Januari 2020

BERMAKNAKAH HIDUPMU?
Roma 14:8

Hidup yang bermakna adalah hidup yang punya tujuan sesuai kehendak Tuhan. Hidup kita ini adalah milik Tuhan, karena itu jangan sia-siakan waktu yang ada. Hidup ini adalah kesempatan untuk melayani dan menjadi berkat.
#Renungkan kembali masa yang sudah dilewati, dengan cara bagaimana kita sudah mengisinya? Apakah dengan cara yang berarti?

Hidup yang bermakna adalah:
1. Hidup memuliakan Tuhan (Yes.43:7).
#Bagaimana caranya? [Berdayakan harta (Ams.3:9), waktu, potensi, ibadah (Ibr.12:28), doa pujian penyembahan, kehidupan (Rom.12:1). Jadilah garam & terangNya, jadilah saksiNya (Kis.1:8)].
2. Hidup mengasihi Tuhan (1Yoh.4:7).
#Bagaimana caranya? [Gembalakan domba-domba Tuhan (Yoh.21:15), taat perintah Tuhan, lakukan kehendak Tuhan = selalu bersyukur dalam segala kondisi (1Tes.5:18), hidup seperti Tuhan hidup (1Yoh.2:6), kasihi sesama sebagai bukti kita mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan; buktinya: tidak menyimpan iri hati / kecewa / tidak mengampuni (Mat.6:15)].
3. Hidup setia sampai akhir.
#Bagaimana caranya? [Pelihara iman, kerjakan keselamatan (Flp.2:12), capai garis akhir = dapatkan mahkota kehidupan (Yak.1:12), selesaikan pelayanan yang dipercayakan, jangan sembah allah lain (Ul.4:24)].
Kesetiaan adalah buah Roh Kudus. Kekuatan untuk dapat setia diperoleh dari Roh Kudus, sehingga kita dapat terus memiliki pengharapan (Rom.15:13).

Saat kita menjalani kehidupan yang bermakna (ingat 3 di hal di atas), maka Allah sediakan berkat jasmani maupun rohani (Ul.30:16), bahkan kehidupan kekal bersamaNya di Surga. Selamat menjalani kehidupan yang bermakna bersama Tuhan.