worship_man_lifts_hands

[COOL] HAL DOA, 3 SEPTEMBER 2019

HAL DOA

Yakobus 4:2-3

 

Terdapat 2 hal terkait doa dalam kehidupan orang percaya:

  1. Tidak berdoa dan hasilnya tidak dapat apa-apa. 

#Diskusikan tentang sejauh mana aktivitas doa yang dilakukan. Apa peran doa dalam kehidupan orang Kristen? Adakah untung rugi dalam hal doa? Adakah dampaknya? Bagikan pengalaman masing-masing. Berikan contoh doa dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Berdoa dan hasilnya tidak dapat apa-apa karena doanya salah.

#Diskusikan mengapa hal ini bisa terjadi; berdoa tapi tidak memperoleh apa yang didoakan?! Apakah ada yang namanya ‘salah berdoa’? Ceritakan jika ada yang memiliki pengalaman seperti ini? Pernahkah berdoa tapi tidak dijawab?

 

Jika dikatakan orang Kristen tidak berdoa, pasti banyak yang tidak menyetujuinya, karena kita ‘merasa’ suka berdoa setiap harinya. Namun kali ini kita dapat belajar bahwa doa pun harus dilakukan dengan benar. Doa bukanlah suatu rutinitas (formalitas, buru-buru, dll). Doa adalah sarana membangun komunikasi yang intim dengan Tuhan. Awali hari kita dengan datang kepada Tuhan dalam doa. Lakukan ini tiap hari, baik setiap mengawali hari maupun sepanjang menjalani hari. Jangan lewatkan doa! Sekalipun kita suka berdoa, berhati-hatilah agar doa kita bukan didasari ‘nafsu’ sehingga apa yang kita ingini tidak seturut kehendak Tuhan. Tuhan itu Maha Tahu. Dia tentu tahu kebutuhan hidup kita, yang baik dan yang berguna bagi kita. Tuhan tidak mau kita jatuh dalam dosa, jika apa yang kita minta berujung pada akibat yang tidak baik. Janganlah berhenti berdoa, tapi lakukan dengan cara yang benar (berkomunikasi intim dengan Tuhan) dan dengan motivasi yang benar (bukan untuk kedagingan belaka); maka dapatkanlah segala yang terbaik dari Tuhan.

border

[COOL] MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN, 20 AGUSTUS 2019

HABITAT MANUSIA

Kejadian 1:1-4, Yohanes 1:4-5

 

Pada hakekatnya ‘habitat’ manusia adalah:

  • Bergantung pada Sang Pencipta (Sang Terang). 

#Diskusikan / bagikan pengalaman tentang dalam hal apa kita bergantung pada Tuhan. Apakah ada konsekuensi saat kita tidak bergantung pada Tuhan? Adakah kaitannya permasalahan kehidupan dengan ketergantungan pada Sang Pencipta? 

  • Bukan dalam kegelapan.

#Diskusikan tentang pengertian “kegelapan”. Berikan contoh sehari-hari tentang hidup dalam kegelapan dan sebaliknya (hidup dalam terang). Apakah terasa bedanya saat kita sedang bersama-sama orang dunia (suka bergosip, perkataannya kasar, dll.)  dan saat bersama-sama orang percaya (suka bersyukur, perkataannya membangun, kesukaannya memuji menyembah Tuhan, dll.)?

 

Habitat manusia seharusnya ada dalam terang. Allah sendiri yang menciptakan terang dan terang itu seharusnya menjadi sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. Jagalah hubungan kita dengan Sang Terang. Jangan terputus. Kita harus terus “berkomunikasi” dengan Tuhan, karena Dia suka mendengar doa-doa kita. Janganlah hidup dalam kegelapan. Hidup dalam dosa membuat hubungan kita terputus dengan Tuhan. Dia mengasihi kita, namun Dia tidak dapat bersekutu jika kita memilih hidup tidak dalam terangNya. Dia mau tuntun kita selama-lamanya. Hiduplah dalam ‘habitat’ yang seharusnya.

urapan

[COOL] MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN, 20 AGUSTUS 2019

MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN

Mazmur 77:12, 103:1-5

 

Mengapa kita harus mengingat kebaikan Tuhan? Mari renungkan apa yang Tuhan lakukan buat kita:

  • Mengampuni dosa dan menyediakan keselamatan.
  • Menyembuhkan segala penyakit (jasmani & rohani).
  • Melepaskan / melindungi dari maut.
  • Menyediakan kasih setia dan rahmat.

 

Penghalang untuk mengingat kebaikan Tuhan:

  1. Kemelut / kesukaran / pergumulan hidup.
  2. Ikatan dosa.
  3. Kesibukan usaha / pekerjaan; bahkan pelayanan.

 

Apakah keuntungan bila selalu mengingat kebaikan Tuhan?

  1. Punya iman teguh / kekuatan ilahi saat hadapi masalah.
  2. Hati dipenuhi sukacita dan damai sejahtera.

#Diskusikan / ceritakan / berikan contoh, kondisi seperti apakah yang pernah dialami, di mana masalah yang dihadapi tidak membuat kita lemah, tapi justru tetap kuat. Saat ujian datang, hati tidak mengalami ketakutan tapi justru tetap bisa sejahtera.
Dalam kehidupan ini banyaklah yang bisa kita ingat dari berbagai peristiwa yang kita alami; yang baik / enak / menyenangkan atau hal-hal sebaliknya. Bagi orang percaya, setiap pengalaman hidup adalah berbicara tentang kebaikan Tuhan yang telah melakukan berbagai hal untuk mendatangkan kebaikan atas kehidupannya. Berbahagialah mereka yang boleh terus mengingat segala kebaikan Tuhan. Jika kita selalu memiliki kesadaran demikian, maka tidak akan ada lagi keraguan dalam diri kita saat harus diperhadapkan dengan masalah / pergumulan, karena kita selalu dapat keyakinan bahwa: “Jika Tuhan pernah melakukannya bagiku, maka Ia akan melakukannya lagi bagiku!”

gambar Allah 16

[COOL] SERUPA DAN SEGAMBAR ALLAH, 13 AGUSTUS 2019

SERUPA DAN SEGAMBAR ALLAH

Roma 8:28-30

 

Kita dipanggil dan dipilih Tuhan untuk jadi serupa dengan gambaran AnakNya, Yesus. Kita harus jadi serupa Kristus karena:

  • Merupakan kehendak Allah (Rom.8:29): Kehendak Allah berbeda dengan kehendak manusia.
  • Merupakan tujuan hidup orang percaya (Flp.3:10): Boleh punya tujuan hidup (selama tidak dalam jalan yang salah), tapi hendaklah utamakan tujuan yang direncanakan Allah bagi setiap pribadi. 
  • Merupakan kewajiban orang Kristen (1Yoh.2:6): Wajib hidup seperti Tuhan Yesus hidup.

 

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan agar hidup kita makin serupa dan segambar Kristus:

  1. Memiliki Karakter Kristus, Yaitu Buah Roh Kudus (Gal.5:22-23).

#Berikan contoh praktis tentang buah Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Memiliki Hidup Yang Dapat Dipercaya / Berintegritas Seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego (Dan.3:17-18).

#Apa pengertian integritas? Bagaimana menerapkannya sehari-hari? Berikan contoh realistisnya.

 

Sejak manusia diciptakan pertamakalinya, mereka diciptakan menurut gambar / rupa Allah (Kej.1:26). Sejak manusia berdosa, “keserupaan” itu rusak / hilang dari manusia. Kedatangan Yesus Kristus  yang disertai kuasa Roh Kudus, memulihkan manusia hingga bisa jadi serupa kembali dengan Allah (Kis.3:21). Penghalang yang membuat manusia tidak bisa serupa dengan Allah ― sehingga tidak mengalami pemulihan kehidupan ― adalah karena terus menerus mengikuti kebiasaan dunia, sehingga malah jadi serupa dengan dunia (Rom.12:2). Ini adalah era Pentakosta Ketiga. Roh Kudus sedang dicurahkan secara dahsyat. Kita semua harus berjalan seiring Roh Kudus, intim dengan Tuhan, dan menjaga keserupaan kita dengan Dia; jangan pernah jadi serupa dengan dunia.