[COOL] MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN, 20 AGUSTUS 2019
HABITAT MANUSIA
Kejadian 1:1-4, Yohanes 1:4-5
Pada hakekatnya ‘habitat’ manusia adalah:
- Bergantung pada Sang Pencipta (Sang Terang).
#Diskusikan / bagikan pengalaman tentang dalam hal apa kita bergantung pada Tuhan. Apakah ada konsekuensi saat kita tidak bergantung pada Tuhan? Adakah kaitannya permasalahan kehidupan dengan ketergantungan pada Sang Pencipta?
- Bukan dalam kegelapan.
#Diskusikan tentang pengertian “kegelapan”. Berikan contoh sehari-hari tentang hidup dalam kegelapan dan sebaliknya (hidup dalam terang). Apakah terasa bedanya saat kita sedang bersama-sama orang dunia (suka bergosip, perkataannya kasar, dll.) dan saat bersama-sama orang percaya (suka bersyukur, perkataannya membangun, kesukaannya memuji menyembah Tuhan, dll.)?
Habitat manusia seharusnya ada dalam terang. Allah sendiri yang menciptakan terang dan terang itu seharusnya menjadi sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. Jagalah hubungan kita dengan Sang Terang. Jangan terputus. Kita harus terus “berkomunikasi” dengan Tuhan, karena Dia suka mendengar doa-doa kita. Janganlah hidup dalam kegelapan. Hidup dalam dosa membuat hubungan kita terputus dengan Tuhan. Dia mengasihi kita, namun Dia tidak dapat bersekutu jika kita memilih hidup tidak dalam terangNya. Dia mau tuntun kita selama-lamanya. Hiduplah dalam ‘habitat’ yang seharusnya.
