[COOL] Iman dan Mujizat, Rabu 11 Juli 2018
IMAN & MUJIZAT
Ref: Roma 4:20
PENDAHULUAN
Abraham menerima janji Allah karena iman yang kuat. Allah berjanji akan memberikan seorang anak dan akan menjadikan Abraham sebagai bapa bagi banyak bangsa. Masalahnya adalah usia Abraham semakin tua dan Sara secara manusiawi sudah tidak mungkin dapat mempunyai anak, dan janji Tuhan belum juga dinyatakan. Namun demikian, Abraham tidak dipengaruhi oleh situasi yang kelihatannya bertolak belakang dengan janji Allah. Ia berjalan dengan iman, bukan dengan penglihatannya. Akibatnya, karena imannya itu mujizat terjadi di dalam hidupnya.
URAIAN
Berikut adalah tindakan nyata dari iman yang kuat, yang menghasilkan mujizat:
- Percaya pada apa yang firman Tuhan katakan (Rom.4:18).
- Sekalipun tidak ada alasan untuk berharap, tapi tetap pegang teguh firmanNya.
- Keyakinan yang didasarkan atas firman Tuhan, melahirkan timbulnya iman pada kehendak Allah.
- Jika ingin dapat jawaban doa, berdoalah atas dasar firman Tuhan. Dapatkan ayat-ayat yang mendukung doa kita.
- Tidak berjalan dengan penglihatan jasmani (Rom.4:19).
- Sekalipun usia dan kondisi manusiawi nampaknya sudah mustahil untuk dapat mujizat, lihatlah kehidupan ini dengan penglihatan rohani ke arah Tuhan.
- Mata rohani diarahkan dengan iman kepada Tuhan segala tuhan dan kepada kuasa ilahi Tuhan kita yang tidak terbatas, bukan pada situasi jasmani yang ada.
- Selalu memuliakan Allah atas apapun yang terjadi (Rom.4:20-21).
- Abraham memuliakan Allah. Ia mengucap syukur dalam pujian penyembahan kepada Allah. Kapan? Pada waktu ia belum dapat jawaban doa. Saat ia belum lihat mujizat. Inilah yang namanya iman!
- Jangan jadi peragu seperti Tomas. Dia melihat dulu baru bisa percaya dan baru bisa mengucap syukur. Ini sama sekali bukanlah iman.
SHARING
“Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”
“Bagaimana iman saudara hari-hari ini? Apakah masih juga dikuasai keraguan / kebimbangan pada Tuhan?
PENUTUP
Dasarkan iman kita pada firman Tuhan, baik saat kita berdoa maupun saat menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Jangan dasarkan pada situasi. Nyatakan pujian dan syukur kita kepada Dia, dalam keadaan enak maupun tidak enak. Dia adalah Allah El-Shadai yang sanggup mencukupkan semua kebutuhan kita menurut kekayaan kemuliaanNya dalam Kristus. Percayalah bahwa Ia sanggup melakukan apa yang telah Ia janjikan.
