[Cool] Mengampuni itu mutlak , Rabu 19 November 2017
TOPIK MINGGU LALU : “PANGGILAN DAN PENGABDIAN”.
APA YANG BISA KITA PELAJARI DARI KETELADANAN HIDUP RASUL PAULUS?
MENGAMPUNI ITU MUTLAK
Ref: Matius 6:14
PENDAHULUAN
Mengampuni adalah suatu tindakan yang sangat penting dilakukan oleh seorang percaya, karena dengan jelas Alkitab mengatakan minimal ada tiga akibat yang sangat merugikan ketika seseorang tidak mengampuni, yaitu :
- Ia adalah seorang pembunuh kalau ia tidak mengampuni (1Yoh.3:15).
- Doanya tidak akan dijawab kalau ia tidak mengampuni (Mrk.11:24-25)
- Bapa di Surga tidak akan mengampuni kalau seseorang tidak mengampuni kesalahan orang (Mat.6:14)
Jadi kita bisa lihat bahayanya kehidupan seorang Kristen kalau tidak bisa melepaskan pengampunan.
URAIAN
Mengampuni bukan hanya perkataan “mengampuni” yang hanya keluar dari mulut saja, tetapi harus keluar dari mulut DAN hati kita. Saat ini kita akan belajar bagaimana cara mengampuni yang sempurna dari seorang yang pernah disakiti, yaitu Yusuf. Bagaimana cara Yusuf mengampuni?
- Tidak mempublikasikan kesalahan orang lain.
Ketika Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, ia tidak mau orang lain ada di sekitarnya (Kej.45:1). Ia tidak mau orang lain tahu apa yang telah mereka perbuat terhadap dia. Yusuf melindungi saudara-saudaranya. Dia mengampuni mereka dengan sempurna. Mungkin kita tidak bisa melupakan perbuatan yang menyakitkan dari orang lain, tetapi kita dapat berhenti membicarakan hal itu kepada orang lain.
- Tidak mengungkit-ungkit lagi kesalahan orang lain.
Ketika saudara-saudara Yusuf tahu tentang dia, maka mereka semua ketakutan akan apa yang telah mereka perbuat terhadap Yusuf (Kej.45:3-5). Tetapi Yusuf menghibur mereka dan tidak mengungkit-ungkit kesalahan mereka. Yusuf justru menenangkan hati saudara-saudaranya. Jika Allah kita tidak mengingat dosa-dosa kita (Yes.43:25), maka kita juga harus berhenti mengungkit-ungkit kesalahan orang lain pada kita.
- Melepaskan pengampunan yang tulus, sebab mengetahui rencana Allah dalam segala masalah yang dihadapi adalah untuk mendatangkan kebaikan padanya (Rom.8:28).
Yusuf tidak melihat perbuatan saudara-saudaranya sebagai sesuatu yang jahat, tapi di balik itu semua ada rencana Allah yang besar bagi kehidupan Yusuf (Kej.45:5).
SHARING
“Tindakan apa yang bisa kita lakukan ketika kita disakiti oleh orang lain? Bagaimana menurut saudara kalau kita membicarakan kesalahan orang lain terhadap kita, sekalipun kita membicarakannya kepada orang yang kita percaya?!”
PENUTUP
Mengampuni adalah kata yang mudah diucapkan tetapi seringkali pengampunan tersebut tidak tulus. Ketika kita mengampuni, biarlah itu dibuktikan dengan berhenti membicarakan kesalahan seseorang tersebut kepada orang lain. Jangan ungkit lagi kesalahannya yang lalu, ketika kita ada masalah baru dengan orang tersebut. Buat mereka nyaman kalau mereka datang pada kita dan bukannya membuat mereka merasa bersalah terus.

Leave a Reply