[COOL] Mengalami Damai Sejahtera, Rabu 16 Mei 2018
MENGALAMI DAMAI SEJAHTERA
Referensi: Yeremia 29:11 <1>
PENDAHULUAN
Allah tidak merencanakan hal-hal yang mendatangkan celaka atas kehidupan orang percaya, bahkan yang Ia rencanakan adalah hal-hal yang mendatangkan damai sejahtera. Namun demikian, mengapa orang percaya tidak mengalami yang namanya “damai sejahtera” tersebut? Itu terjadi karena orang percaya masih menjalani kehidupan seperti orang dunia: Masih hidup dalam dosa. Masih kuatir. Masih kurang beriman. Masih suka berpikir negatif. Masih iri hati / dengki. Masih kepahitan.
URAIAN
Mari lakukan petunjuk firman Tuhan ini agar kita bisa hidup dalam damai sejahtera:
- Perhatikan dan lakukan perintah-perintah Tuhan (Yes.48:18) <2>.
- Terutama perintah utama: Kasihi Tuhan dan kasihi sesama (Mat.22:37-40) <3>.
- Mengasihi Tuhan ditandai dengan kemauan mentaati kehendak Tuhan dan menjaga hidup yang kudus.
- Mengasihi sesama ditandai sikap murah hati, sabar, mengampuni
- Jangan pernah berhenti mengucap syukur (Flp.4:6-7) <4>.
- Sikap mengucap syukur bisa mengatasi rasa kuatir.
- Mengucap syukur dalam segala kondisi, baik maupun tidak baik.
- Teguhlah dalam iman.
- Karena kuasa Tuhan sanggup melakukan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan (Ef.3:20) <5>.
- Karena Tuhan dapat melakukan mujizat yang tidak lazim.
- Selalu berpikir positif (Flp.4:8-9) <6>.
- Berpikiran negatif hanyalah menghasilkan stress, bahkan bisa depresi.
- Berpikiran positif membuat tubuh sehat (Ams.17:22) <7>.
- Pilihan di tangan kita sendiri: Mau memiliki kesukaan untuk berpikir negatif atau positif?! Jadi bukan disebabkan hal-hal di luar kita / faktor eksternal.
- Buanglah sifat iri hati (Ams.14:30) <8>.
- Kehidupan tanpa iri hati mengakibatkan rasa tenang / tenteram di hati.
- Kehidupan tanpa iri hati akan menyegarkan / menyehatkan tubuh juga.
SHARING
“Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”
“Sudahkah damai sejahtera menguasai hidup saudara? Jika belum? Apakah karena faktor-faktor di atas tidak kita lakukan? Adakah penyebab lainnya? Ceritakan!”
PENUTUP
Tuhan Yesus adalah Raja Damai (Yes.9:5-6). Perasaan damai sejahtera itu bersumber dari Dia. Tuhan Yesus adalah satu-satunya pribadi yang bisa memberikan damai sejahtera dalam hidup kita (Yoh.14:27). Damai sejahtera dari Tuhan, tidak bergantung pada situasi luar (enak / tidak enak, sehat / sakit, berhasil / gagal, dll), melainkan ditentukan oleh hubungan kita yang akrab dengan Tuhan.
