sertifikat-murah-iso-tanda-tanya-250x160

[COOL] HATI-HATI DENGAN LIDAH

HATI-HATI DENGAN LIDAH
Amsal 18:21

Merujuk kepada Tahun Ibrani, kita sekarang berada di Tahun Pey (5780). Pey yang menggambarkan ‘mulut’ memberi arti bahwa Tuhan ingin kita perhatikan perkataan kita lebih lagi daripada sebelumnya. Kita bisa perhatikan bagaimana Tuhan merancang kepala manusia di mana ada sepasang mata, sepasang telinga, dan sepasang lubang hidung, namun hanya satu untuk mulut. Mulut walaupun hanya satu, justru bisa menimbulkan masalah, lebih dari anggota tubuh lainnya. Dengan mulut, kita mudah sekali jatuh dalam dosa / pelanggaran. Perkataan bisa menimbulkan masalah baik untuk diri kita sendiri maupun orang lain.Karena itu berhati-hatilah dengan lidah kita.

Menurut Yakobus 3:1-12, penting untuk kita mengendalikan lidah karena:
1. Lidah Memiliki Kuasa (Yak.3:3-5).
#Bagaimana lidah bisa melakukan hal-hal positif? [Perkatakan firman Tuhan atas masalah kita. Naikkanlah doa untuk sesuatu atau seseorang.]
Lidah digambarkan bagai kekang di mulut kuda. Kuda adalah hewan yang sangat kuat (ukuran tenaga mesin mobil disetarakan dengan ‘horse power’). Kuda yang berkekuatan besar dapat dikendalikan oleh kekang di mulutnya. Lidah memiliki kekuatan besar, yang dapat menyatakan kuasa Allah dan dapat mengubah seseorang berputus asa menjadi berpengharapan. Namun demikian lidah bisa juga berdampak negatif. Berhati-hatilah karena dengan lidah kita pun bisa menghancurkan seseorang.
#Berikan contohnya! [Fitnah. Menggosip. Menghakimi.]
Kemudi kapal yang begitu kecil, dapat mengendalikan kapal yang begitu besar. Arah kapal ditentukan oleh kemudi. Masa depan seseorang bisa ditentukan oleh lidahnya. Masa depan bisa menentukan untuk membangun masa depan.
#Perkataan seperti apa yang bisa menentukan masa depan yang baik? [Lepaskan kuasa firman Tuhan lewat perkataan.] Perkataan seperti apa yang bisa membuat masa depan hancur? [Perkataan kutuk. Kekuatiran.]
2. Lidah Sulit Dikontrol (Yak.3:7-8).
Binatang buas bisa dijinakkan oleh manusia, tapi untuk menjinakkan lidah tidaklah mudah. Sadar ataupun tidak, kita bisa mengeluarkan perkataan yang tidak baik, yang bisa melukai / menjatuhkan seseorang.
#Perkataan apa yang harus kita jauhi? [Dusta. Gosip. Teledor. Menjilat. Sombong. Dll.]

Bijaksanalah / hati-hatilah menggunakan lidah kita, karena ada kuasa dalam perkataan ini. Jangan biarkan itu menjadi alat utuk menghancurkan kehidupan, tapi sebaliknya, bangunlah kehidupan seseorang. Bangun juga masa depan yang baik melalui perkataan kita. Kendalikan lidah sebagai alat untuk memuliakan Tuhan. Jaga lidah kita agar kita beroleh kehidupan, umur panjang, dan menikmati hal-hal yang baik (Mzm.34:12-14).

[COOL] JADI KEPALA BUKAN EKOR

JADI KEPALA BUKAN EKOR
Ulangan 28:13-14

Mengawali Tahun Dimensi Yang Baru, ada pesan Tuhan yang kuat, di mana Tuhan nyatakan dua pilihan: Jadi kepala atau jadi ekor! Kita bisa jadi “kepala” apabila kita memiliki ketaatan akan firman Tuhan. Kita harus jadi kepala karena kepala terkait / bermakna:
1. Penyembahan.
Wahyu 4 menggambarkan bahwa Surga penuh dengan penyembahan. Tua-tua menyembah Tuhan dengan tersungkur; kepala sampai ke lantai.
#Bagaimana ekspresi saudara melakukan penyembahan kepada Tuhan?
2. Pengurapan.
Mazmur 133 berbicara bahwa pengurapan dimulai dari kepala. Untuk mendapatkan pengurapan secara maksimal, kita harus belajar tunduk pada otoritas di atas kita.
#Siapakah yang disebut otoritas di atas kita? [Orangtua. Pimpinan di perusahaan / instansi. Pimpinanrohani di gereja. Dll.]
3. Pikiran Kristus.
Flp.2:5. Berpikirlah seperti Tuhan Yesus berpikir.
#Menurut saudara, apa yang jadi fokus pikiran Tuhan Yesus?
4. Mahkota.
Ada 5 mahkota yang Tuhan sediakan. Raihlah mahkota-mahkota ilahi ini. (1) Mahkota Kehidupan (Why.2:10c, Yak.1:12). (2) Mahkota Kemuliaan (1Ptr.5:2-4). (3) Mahkota Kemegahan (1Tes.2:19-20). (4) Mahkota Kebenaran (2Tim.4:8). (5) Mahkota Abadi (1Kor.9:25).

Pelajaran hari ini kiranya membuat kita berefleksi, apakah saat ini hidup kita mengarah jadi kepala atau sebaliknya? Proses ketaatan kita pada firman Tuhan, menjadikan kita sebagai kepala bukan ekor, terus naik, dan semakin intim dengan Tuhan.

[COOL] KEHILANGAN JATI DIRI

KEHILANGAN JATI DIRI
Mazmur 139:13-16, Kejadian 1:26-27

Pahamilah gambar diri / jati diri yang sesuai kebenaran firman Tuhan. Jati diri yang benar adalah ketika kita memandang diri sendiri berharga, sama seperti Tuhan menilai diri kita berharga.

Diskusi:
1. Masalah apa yang akan muncul jika seseorang kehilangan gambar diri / jati dirinya?
Tidak percaya diri / minder tertutup, tidak mau bergaul, pesimis melihat masa depan seakan tidak ada harapan, memiliki rasa takut berlebihan, takut gagal, pasrah pada kegagalan, sensitif berlebihan, mudah tersinggung, cepat marah, mengutamakan penampilan untuk mencari pujian.
2. Menurut pandangan saudara, bagaimana jati diri yang benar? Apakah saudara sudah memilikinya?
– Memandang dan menilai diri sendiri, sama dengan Tuhan menilai kita. Kita berharga di mataNya (1Ptr.1:18-19, Yes.43:4a).
– Menyadari bahwa kita diciptakan Tuhan serupa dan segambar dengan Allah, sehingga kita merasa berharga, merasa percaya diri, selalu optimis, mau mencoba, tidak takut gagal.
– Memahami bahwa kita diberi kuasa / otoritas ilahi.
– Contoh: Nick Vujicic yang secara fisik tanpa tangan dan kaki, tapi dia memandang dirinya berharga di mata Tuhan. Serupa / segambar dengan Tuhan.

Langkah-langkah pemulihan jati diri / gambar diri:
– Berubah dari pikiran yang salah tentang diri kita (Rom.12:2).
– Terima diri kita apa adanya.
– Membereskan trauma masa lalu.
– Sadari posisi kita di hadapan Allah (Rom 8:14).
– Hidup menurut standar Firman Allah.

IMG_20190918_104213

[COOL] ANDALKAN TUHAN SAJA

ANDALKAN TUHAN SAJA
Mazmur 118:8-9, Yeremia 17:7-8

Jika kita sungguh-sungguh mau belajar dari pengalaman hidup ini, maka sebagai orang-orang percaya, seharusnyalah kita mengakui bahwa hidup mengandalkan Tuhan adalah jalan yang paling aman daripada mengandalkan diri pada hal-hal di luar Tuhan.

Tanda orang yang mengandalkan Tuhan:
1. Selalu Berharap Pada Tuhan.
#Apa yang terjadi jika kita mendua hati? Ada kalanya berharap pada Tuhan, di lain situasi berharap kepada hal-hal di luar Tuhan. Dengan cara bagaimana agar kita bisa teguh berharap pada Tuhan saja? Diskusikan!
2. Tidak Kuatir Dengan Segala Keadaan.
#Apa yang firman Tuhan katakan tentang orang yang suka kuatir? Adakah keuntungan yang bisa diperoleh dengan mengkuatirkan kehidupan ini? Diskusikan!
3. Hidupnya Terus Menghasilkan Buah.
#Buah apa yang harus dihasilkan orang percaya? Bagaimanakah kita bisa menghasilkan buah-buah tersebut? Diskusikan!

Andalkan Tuhan saja. Di musim yang baru ini, Tuhan siapkan “ukuran” yang baru atas hidup kita. Tuhan akan perluas kehidupan kita, agar dunia dapat melihat bahwa hanya Tuhan Yesuslah yang bisa diandalkan, dan dengan jalan demikian, kita dapat memberitakan Injil agar banyak orang datang kepada Kristus.