[Cool] Hidup Dalam Kejujuran, Rabu 08 November 2017

EVALUASI TOPIK MINGGU LALU : “PENGHALANG BERKAT TUHAN”.
INGATKAN TIGA HAL PENGHALANG TERSEBUT.

Hidup dalam kejujuran
Ref: Mazmur 50:23b

PENDAHULUAN

Jujur artinya berkata sebenarnya dan tidak berkata bohong. Untuk hidup dalam kebenaran, kita harus hidup dengan jujur dan tidak dibuat-buat. Hari-hari ini kita sebagai anak-anak Tuhan dituntut untuk hidup jujur di hadapan Tuhan. Banyak hal yang kita lakukan tanpa sadar membuat kita berbohong terhadap manusia, juga kepada Tuhan. Jadi, kalau dengan manusia saja kita bisa berbohong bagaimana dengan Tuhan? Pertanyaan ini hanya dapat kita jawab sendiri, kita tidak perlu tanya orang lain lagi! Saat ini kita akan belajar dari seorang yang dikasihi hadapan Tuhan, yaitu Daud, tentang hidup dalam kejujuran.

URAIAN

Teladan hidup Daud sehingga ia dikenan Tuhan:

  1. Hidupnya jujur (Mzm.119:128)

Daud adalah seorang raja yang besar dan kekuasaannya luas. Jabatannya boleh saja sangat tinggi, tapi Daud pun pernah jatuh dalam dosa, tapi ia langsung mengakuinya dan bertobat. Ia tidak mencari-cari kesalahan orang lain. Hatinya begitu jujur di hadapan Tuhan, karena itu Tuhan sangat mengasihi Daud. Orang yang takut akan Tuhan, pasti mengikuti apa yang Tuhan firmankan.

  1. Hidupnya merendahkan diri di hadapan Tuhan (Mzm.60)

Daud mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan. Ia datang dan merendahkan diri untuk memohon pertolongan dari Tuhan, karena ia merasa tidak ada apa-apanya. Ini adalah pengakuan yang jujur sebagai tanda berserah pada Sang Maha Kuasa.

  1. Hidupnya berharap kepada Tuhan (Mzm.38:16) 

Pengharapannya pada Tuhan begitu total. Ia tidak mau mengandalkan kekuatan dirinya sendiri, karena ia tahu itu akan sia-sia. Dalam tiap pergumulannya, ia selalu berharap pada Tuhan. Ia mengerti bahwa saat doa dinaikkan, Tuhan pasti menjawabnya.

SHARING

“Sudahkah kita jujur pada diri sendiri, pada sesama, dan kepada Tuhan? Bila ada pergumulan tentang kejujuran ini, saudara bisa bagikan!”

PENUTUP

Di setiap kesuksesan Daud, Tuhan ada di belakangnya. Tuhan berperan dan beracara hingga sampai akhir hidupnya. Marilah kita hidup dalam kejujuran, pasti hati Tuhan disenangkan. Belajarlah dari kesalahan, koreksi senantiasa hati kita, dan belajarlah jujur dalam setiap perkataan dan tindakan kita; maka penyertaan Tuhan ada di sepanjang jalan hidup ini.

Leave a Reply