[Khotbah] Hana’s Blessing(2), Minggu 29 April 2018

HANA’S BLESSING (2)

I Samuel 1:1-4

“Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak”

 

Hana adalah isteri Elkana, seorang perempuan mandul yang tidak memiliki anak. Namun pada suatu saat, Hana mengalami “New Season / New Beginning” atau suatu musim yang baru, permulaan baru.

Apa yang dialami oleh Hana?

  1.         Penderitaan (Suffering)

(I Sam 1:6) Hana mengalami penderitaan dan tekanan yang luarbiasa dari madunya yaitu Penina, yang sering menyakitkan hatinya dan membuatnya gusar.

  1.         Berserah (Surrender)

(I Sam 1:7) Hana menyerahkan seluruh pergumulannya kepada Tuhan, hal ini dapat kita lihat lewat apa yang dilakukan oleh Hana

  1.         Berdoa (Prayer)

(I Sam 1:10) “dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu”

Hana datang kepada Tuhan dengan menangis tersedu-sedu, hal ini membuat hati Tuhan tersentuh dan memberikan belas kasihanNya kepada Hana. Saat mengalami pergumulan, kita juga harus datang kepada Tuhan dengan kesungguhan hati dan dapat menyentuh hati Tuhan.

Hana terus menerus berdoa kepada Tuhan (ayat 12). Seringkali Tuhan ingin menguji hati kita, apakah kita terus menerus berdoa dan memohon kepada Tuhan, ataukah kita cepat menyerah.

(Yes 62:6) “Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang”

Jangan biarkan  diri kita tinggal tenang dan jangan sampai Tuhan tinggal tenang sampai Dia menjawab doa kita.

Hana mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan (1 Sam 1:15)

“Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya” (Maz 142:2)

Curhatlah kepada Tuhan, jangan kepada orang lain. Seperti Maria saat dia berdukacita, dia mampu menyentuh hati Tuhan, sehingga Yesus menangis melihat dukacita yang dialami oleh Maria (Yoh 11:33-35)

Apa akibatnya bagi Hana? Muncul iman dan dia mengalami kelegaan (I Sam 1:18) “Sesudah itu berkatalah perempuan itu: “Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu.” Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi”

Apa halangan doa?

– Terlalu cepat berhenti berdoa

– Bukan seperti membuat proposal, tapi memohonlah kepadaNya.

– Tidak yakin

– Adanya cadangan

  1.         Bernazar (Vowed)

(I Sam 1:11) “Kemudian bernazarlah ia, katanya: “TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.”

Hana bernazar, nazar adalah berjanji dihadapan Tuhan/hamba Tuhan untuk melakukan sesuatu atau memberikan sesuatu pada waktu yang akan datang.  Saat kita mengalami pergumulan, bernazarlah dihadapan Tuhan.

Seperti juga yang dilakukan oleh Yakub yang bernazar dihadapan Tuhan (Kej 28:20-21)

Pelajaran tentang nazar:

– Jika kita bernazar maka Tuhan akan mengingat kita (Kej 31:13)

– Jika kita bernazar, harus segera dibayar (Pengkotbah 5:3), Nazar harus segera dilakukan, karena jika tidak maka Tuhan akan merusakkan pekerjaan tangan kita.

  1.         Menyembah (Worship)

(1 Sam 1:19) “Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan TUHAN”

Hana dan Elkana saat pagi hari sujud menyembah Tuhan, dan Tuhan mengingat kepada Hana

Alasan kita memuji dan menyembah Tuhan

– Karena anugerah keselamatan  (Luk 2:30)

– Karena mujisatNya (Mat 14:32)

– Karena percaya Yesus (Yoh 9:38)

– Karena ada kuasa dalam pujian (1 Sam 16:14;23)

– Karena penghormatan dan kekaguman kepada Tuhan (Neh 9:5)

Akibatnya bagi Hana

– Hatinya bersukaria (I Sam 2:1)

– Mendapatkan kekuatan dari Tuhan (1 Sam 2:4)

Hal ini seperti yang tejadi pada rasul Paulus “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

(II Kor 12:9)

– Mendapatkan kehormatan (1 Sam 2:8)

Jika saat ini kita mengalami pergumulan yang berat, maka marilah kita berserah pada Tuhan, berdoa merendahkan diri dihadapan Tuhan, bernazar dan memuji menyembah Tuhan, maka kita akan mengalami “New Beginning” dan mujisat yang tidak lazim…..amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th