[Khotbah] HANA’S BLESSING, Minggu 08 April 2018

HANA’S BLESSING

I Samuel 1:1-4

“Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak”

 

Hana adalah isteri Elkana, seorang perempuan yang mandul yang tidak memiliki anak. Namun pada suatu saat, Hana mengalami “new season / new beginning” atau suatu musim yang baru, permulaan baru.

Apa yang dialami oleh Hana?

  1. Penderitaan (Suffering)

-Hana mengalami penderitaan dan tekanan yang luarbiasa dari madunya yaitu Penina, yang sering menyakitkan hatinya dan membuatnya gusar (I Sam 1:6)

-Hana dicaci maki oleh Penina dan bicaranya kurang ajar (I Sam 2:3)

-Hana terhuyung huyung tanpa pegangan (I Sam 2:4)

-Hana dianggap hina seperti debu, tidak ada nilai dan martabat (I Sam 2:8)

Untungnya Hana berada dilingkungan rohani yang benar, karena suaminya dan Hana selalu pergi kerumah Tuhan dengan setia setiap tahun.

Keadaan ini memunculkan upaya untuk mencari Tuhan.

Seperti Hana, semua orang pasti pernah mengalami pergumulan dan penderitaan, namun hal ini membuat kita harus semakin mencari Tuhan dengan sungguh sungguh.

Tuhan seringkali mengijinkan kita untuk masuk dalam pergumulan dan penderitaan untuk membuat kita naik level. Dalam Ulangan 32:11 “Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya”

Demikian juga dengan kita yang diijinkan oleh Tuhan untuk mengalami pergumulan.

Dalam Alkitab dikisahkan tentang beberapa orang yang mengalami

pergumulan hidup seperti Hana yaitu:

– Elia yang ada disungai Kerit, dan diberi makan oleh Tuhan, namun akhirnya sungai itu menjadi kering, ini adalah zona nyaman Elia. Tuhan menyuruh Elia ke Sarfat kepada seorang janda. Dan ternyata Elia dipelihara oleh Tuhan, selama musim kemarau.

– Yusuf ada dikemah ayahnya yaitu zona nyamannya, namun akhirnya dia dijual sebagai budak ke Mesir, difitnah, dilupakan dan dipenjarakan. Namun akhirnya Tuhan mengangkat hidup Yusuf.

– Rasul-rasul yang selalu berkumpul dalam persekutuan di Yerusalem, namun Tuhan ijinkan goncangan terjadi yaitu penganiayaan sehingga mereka pergi dari Yerusalem untuk memberitakan Injil keseluruh dunia.

Seringkali Tuhan membawa kita kedalam keadaan yang tidak nyaman untuk membuat kita dapat dipakai oleh Tuhan dengan dahsyat.

Dibalik sebuah penderitaan, Tuhan menghadirkan kemuliaan besar.

  1. Berserah kepada Tuhan (Surrender)

Hana menyerahkan seluruh pergumulannya kepada Tuhan, hal ini dapat kita lihat lewat apa yang dilakukan oleh Hana yaitu:

– Hana kerumah Tuhan (I Sam 1:7) “Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN”

Jika kita mengalami pergumulan dan penderitaan, marilah datang kerumah Tuhan dan mencari wajahNya, jangan mencari pertolongan kepada yang lain. Jangan menjauhkan diri dari persekutuan, mintalah belas kasihan Tuhan.

– Hana memandang pada Tuhan (I Sam 1:10) “dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu”

Saat mengalami pergumulan, marilah mata kita memandang kepada Tuhan untuk berharap kepada kasih setia dan pertolonganNya.

– Hana memohon kepada Tuhan (I Sam 1:11) “Kemudian bernazarlah ia, katanya: “TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.”

Saat kita mengalami pergumulan, marilah kita meminta pada Tuhan, sebab Dia akan memberikan pertolonganNya.

Saat kita mengalami pergumulan hidup, mari berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan (Maz 130:7)…..amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th