[Khotbah] Berbuah, Minggu 25 Maret 2018

B E R B U A H
Matius 12:33
“Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal”

Banyak orang jika ditanya “apa tujuan hidupmu, mereka akan berkata, menjadi kaya, pandai, berhasil dll.” Namun tujuan hidup manusia adalah mempermuliakan nama Tuhan, dan berbuah bagi kemuliaan nama Tuhan.
Tuhan menghendaki agar kita berbuah dalam Tuhan, dan jangan sampai bertumbuh diluar Dia, sebab diluar Tuhan, kita pasti tidak akan bisa berbuah.
Dalam Lukas 3:9 “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api.” Ayat ini adalah suatu kebenaran yang harus menjadi perhatian dan awasan buat kita sebagai orang percaya saat ini. Karena jika kita tidak berbuah, maka akan ditebang dan dibuang kedalam api.
Alkitab mencatat tentang Daud seorang yang menyenangkan hati Tuhan karena Dia melakukan selalu kehendak Tuhan dalam zamannya, dan menghasilkan buah dalam kehidupannya.
Tuhan Yesus adalah pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantingNya yang harus selalu melekat pada pokok anggur yang benar. Tuhan tidak mau jika kita hanya melekat pada pokok anggur itu, sebab setiap ranting harus berbuah, jika tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah (Yoh 15:2).
Mengapa ranting itu harus dipotong dan dibersihkan?
1. Karena ada penyakit
Sebuah tanaman jika terkena penyakit pada dahan-dahannya, maka pemiliknya akan memotong dan memangkas dahan yang berpenyakit itu. Tentulah sangat sakit saat dahan itu dipotong. Dan saat dipotong, maka dahan itu akan mengeluarkan getah sebagai reaksi atas pemotongan bagian dahan itu.
Demikian juga dengan kita, jika kita ingin agar berbuah, kita harus merelakan diri kita untuk dipotong, dibersihkan oleh Tuhan.
Mungkin itu karakter, sifat, kebiasaan, hobby, dll yang tidak baik dari hidup kita, sehingga Tuhan harus memotongnya dan membersihkannya.
Dalam kitab Daniel, dikisahkan tentang raja Nebukadnezar yang sangat sombong dan sangat arogan karena meyombongkan diri dengan semua pencapaiannya (Daniel 4:29-30)”berkatalah raja: “Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?”
Akibatnya adalah Nebukadnezar direndahkan oleh Tuhan dan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalnya ada di antara binatang-binatang di padang; kepadanya diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan  akan berlaku atas Nebukadnezar sampai tujuh masa berlalu, hingga dia mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!” (Daniel 4:32)
Apa yang terjadi  pada Nebukadnezar adalah dia dipotong, dibersihkan oleh Tuhan. Namun akhirnya Nebukadnezar menengadah ke langit, dan akal budinya kembali lagi, lalu dia memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Allah Yang Hidup. Nebukadnezar akhirnya bertobat. Inilah sikap orang yang telah dipotong dan dibersihkan carang-carangnya yaitu kehidupan pribadinya.
Seperti juga yang terjadi pada Daud yang dibersihkan hidupnya oleh Tuhan. Saat Daud melarikan diri dari pemberontakan Absalom, maka seorang keturunan Benyamin yang bernama Simei mengutuki Daud dan melemparinya dengan batu. Namun Daud tidak membalas perlakuan Simei, sebaliknya Daud mengampuni Simei.
Daud adalah orang yang telah mengalami begitu banyak proses dari Tuhan.
2. Agar nama Tuhan yang dipermuliakan
II Sam 22:47 “TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan ditinggikanlah kiranya Allah gunung batu keselamatanku”
Tujuan Allah memproses hidup kita yaitu agar Tuhan dipermuliakan lewat kehidupan kita. Artinya bahwa kita dapat menjadi berkat bagi orang lain, saat mereka melihat kehidupan kita. Mengapa? Karena ada Kristus dalam hidup kita. Percayalah bahwa setiap proses Tuhan dalam hidup kita akan mendatangkan kebaikan bagi kita.
Sebagai orang percaya, Dia mau agar kita jadi berkat dan berbuah bagi kemuliaan nama Tuhan…..amin

Oleh Pdt Ruby Dirgantara (Purwekerto)