[Khotbah] Bangkit dan Menjadi Terang, Minggu 22 April 2018

BANGKIT DAN MENJADI TERANG
Yesaya 60:1
“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu”

Tuhan Yesus bangkit, dan selama 40 hari Ia menyatakan dan membuktikan diriNya bahwa Dia bangkit dari kematian. Setelah Dia bangkit, maka Dia naik ke sorga dan duduk disebelah kanan Allah Bapa, dan memberikan Roh KudusNya kepada yang percaya padaNya.
Ketika Roh Kudus turun atas kita, maka kita menerima kuasa untuk menjadi saksi (Kis 1:8), hidup dipenuhi dengan mujisat,hidup dalam kelimpahan (Yoh 10:10; 14:16-17) dan kita dapat menyembah Dia dalam roh dan kebenaran (Yoh 4:23-24).
Karena Tuhan Yesus telah bangkit dari maut, maka kita juga sebagai orang percaya harus bangkit dan menjadi terang bagi dunia ini.
Pada saat pertama kali kita menerima Roh Kudus, maka roh kita akan menyala-nyala (Rom 12:11) namun dengan seiringnya waktu, hal itu menjadi biasa sehingga akhirnya roh kita menjadi kendor dan tertidur. Bahkan saat kesesakan akibat beban dan pergumulan hidup maka roh kita bisa mati. Paulus dalam Roma 12:11-12 telah memperingatkan orang percaya agar menjaga roh kita tetap menyala-nyala bagi Tuhan dan tetap menjaga urapan Roh Kudus.
Kita harus menjaga urapan Roh Kudus dalam hidup kita dan memastikan urapan Roh Kudus tetap ada dalam hidup kita.
Dalam Alkitab dikisahkan tentang Nabi Elia yang dipakai oleh Tuhan dengan luar biasa yaitu:
– Berdoa dengan otoritas  sehingga hujan itu tidak turun (I Raja 17:1)
– Kemenangan atas 450 nabi baal saat digunung Karmel (I Raja 18:20-40)
– Kekuatan fisik yang luar biasa yaitu berlari mendahului kereta kuda raja
Ahab (I Raja 18:46)
Walaupun semua itu telah dimiliki dan dialami oleh Elia, namun saat Izebel mengancamnya,maka Elia mengalami ketakutan (I Raja 19:1-7) “maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu. Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya”
Banyak orang kristen juga saat mengalami kesulitan dan pergumulan  akan  mengalami ketakutan yang luarbiasa. Bahkan Elia depresi dan tawar hati sehingga dia berkata pada Tuhan “ambillah nyawaku”
Mengapa kita tidak boleh tawar hati? Karena  Jika kita tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu (Ams 24:10). Ingat bahwa Tuhan tidak pernah memberikan  roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (II Tim 1:7)
Setelah peristiwa itu, Elia menerima kekuatan dari Allah karena makanan yang diberikan padanya. Kita pun perlu “makanan” untuk mendapat kekuatan Allah. Makanan kita adalah Firman Tuhan, sebab Tuhan Yesus adalah roti hidup (Yoh 6:51) dan melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan Bapa (Yoh 4:34).
Akhirnya Elia sampai ke gunung Horeb dan dia masuk kedalam sebuah gua dan Tuhan bertanya kepada Elia,”apakah kerjamu disini?” namun Elia menjawab bahwa dia sedang bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan, dan berkata bahwa semua orang mau membunuhnya.
Akhirnya Tuhan memerintahkan untuk keluar dan berdiri dihadapan Tuhan.
Demikian juga dengan kita, Tuhan mau agar kita bangkit dan menjadi terang sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
(Yes 60:1).
Saat itu datanglah angin badai, gempa dan api namun Tuhan tidak ada disana (I Raja 19:12) Semua hal itu berbicara tentang masalah, pergumulan hidup, pencobaan yang kita alami, ujian iman dan kelihatannya Tuhan tidak ada disana. Namun saat angin sepoi-sepoi basa datang, Tuhan ada disana dan berbicara pada Elia (I Raja 19:13)
Arti rohaninya adalah seringkali Tuhan mau agar kita bisa tenang dalam hadiratNya dan menguasai diri saat berada dalam ketakutan dan pergumulan, tujuannya adalah agar kita dapat berdoa (1 Pet 4:7)
Ternyata Allah belum selesai dengan Elia, sehingga Allah menyuruh Elia untuk kembali kejalannya. Elia masih punya tugas khusus dari Allah yaitu mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. Juga Yehu, cucu Nimsi, diurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus diurapi menjadi nabi menggantikan Elia. (I Raja 19:15-16).
Bukan hanya itu, Allah mau agar Elia melayani next generation yaitu tujuh ribu orang di Israel, yang tidak sujud menyembah Baal.
Apapun juga yang terjadi dalam hidup kita saat ini yaitu ketakutan akibat badai masalah, goncangan, pencobaan, marilah kita bangkit dan menjadi terang, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu…..amin

Oleh Pdt Philipus Yuwono M.Th