[COOL] SPIRITUAL CHECK UP, 22 Oktober 2019

SPIRITUAL CHECK UP
Wahyu 3:1-6

Kitab Wahyu adalah kitab profetik. Sebuah kita nubuatan yang menggambarkan apa yang akan terjadi nanti dan juga menggambarkan tentang Surga. Gembala Pembina sering mengingatkan kita untuk membaca Kitab Wahyu, supaya kita tahu apa yang harus kita lakukan menjelang kedatanganNya. Salah satu hal yang akan kita pelajari saat ini adalah tentang jemaat Tuhan di Kota Sardis. Jemaat di Sardis menggambarkan keadaan orang Kristen yang nampaknya hidup padahal sudah mati; ini adalah hal yang mengerikan!

Ciri rohani yang mati:

1. Melayani menurut standar sendiri, bukan standar Tuhan (ay.2).
Tuhan tidak mendapati pekerjaan kita didapati sempurna di hadapanNya. Kita pikir itu sudah ‘top’, tapi belum tentu di hadapan Tuhan. Dalam kekristenan, yang bahaya itu adalah jika kita pikir apa yang kita lakukan itu sudah hebat, padahal sebaliknya. Karena itu betapa penting mengerti apa yang Tuhan mau.
#Berikan contoh tentang pekerjaan / pelayanan yang sesuai standar Tuhan.

2. Menerima firman tapi tidak melakukannya (ay.3a).
Yang sesuai kehendak Tuhan saat firmanNya disampaikan adalah: Menerima, mendengar, menuruti, dan bertobat. Kita harus bertobat karena kita ini rentan berbuat salah / dosa. Tuhan ingatkan bahwa ketaatan dalam melayani itu adalah penting sekali.
#Kapan terakhir kali saudara bertobat? Apa pemicunya? Apakah pernah melakukan ketidaktaatan dalam pekerjaan / pelayanan? Apa akibatnya?

3. Tidak berjaga-jaga (ay.3b).
Sardis berlokasi di tebing yang curam sehingga sulit ditaklukkan. Karena hal inilah mereka merasa aman dan meremehkan musuh. Dalam mengikuti Tuhan, kita harus selalu berjaga-jaga. Jangan pernah meremehkan apapun juga. Sekecil apapun bagian kita, maka itu adalah hal besar di hadapan Tuhan. Saat kita meremehkan sesuatu, itu artinya kita tidak berjaga-jaga.
#Apakah saudara pernah meremehkan sesuatu dan hal itu berakibat negatif kepada saudara? Ceritakan!

4. Tidak menjaga kekudusan (ay.4).
Melayani Tuhan itu harus dalam kekudusan. Mencemarkan pakaian artinya tidak menjaga kekudusan. Tanpa kekudusan, di hadapan Allah Yang Maha Kudus bisa mengakibatkan kematian. Bisa mati usahanya, keadaan keluarganya, kariernya, kesehatannya, dll.

#Apakah saudara pernah mengalami pergumulan ini? Halangan apa yang pernah terjadi dalam kehidupan saudara yang penyebabnya adalah tidak menjaga kekudusan? Ceritakan!
Dari ciri jemaat Sardis di atas, apakah kita memiliki ciri-ciri yang demikian? Yang mana jika ada? Apa yang harus kita lakukan?
Jika kita mau hidup sesuai standar firman Tuhan dan menyenangkan Dia: Taatilah Tuhan, setialah dalam hal kecil, hiduplah kudus. Saat kita melakukannya, maka Tuhan akan menyatakan suatu pengakuan yang luar biasa (baca ay.5). Pengakuan Tuhan adalah penerimaan Tuhan kepada kita; jika sebaliknya, maka kita tertolak!