[COOL] PEMULIHAN KELUARGA, 15 Oktober 2019
PEMULIHAN KELUARGA
Kisah Para Rasul 3:21
Salah satu unsur dalam pemulihan ‘segala sesuatu’ adalah pemulihan keluarga. Ingat mujizat pertama yang Tuhan Yesus lakukan? Ia mengubah air jadi anggur dalam sebuah pesta perkawinan (Yoh.2). Itu terjadi dalam kehidupan keluarga. Pemulihan dalam keluarga berbicara tentang “pemulihan hubungan”. Dalam Matius 5:17-48, kita dapat melihat prinsip-prinsip tentang hubungan antara manusia. Secara khusus hari ini kita akan belajar tentang satu prinsip saja dari Mat.5:41 (Prinsip Dua Mil). Lakukan hal-hal berikut agar hubungan keluarga bisa berjalan baik dan bahkan terjadi pemulihan:
1. Berikan lebih.
Satu beri dua: Buat orang dunia ini namanya kerugian. Untuk membangun hubungan dalam keluarga, kita jangan hitung-hitungan. Harus berani berikan lebih. Bahkan sesuatu yang istri atau suami tidak minta, kita berani berikan.
#Berikan contoh dalam hal memberi lebih bagi pasangan kita! (Suami bantu istri membereskan rumah / urusan jemput anak / dll.)
2. Tidak mementingkan diri sendiri.
Satu beri dua = tidak egois = jangan mau menang sendiri. Gambaran angka satu melambangkan tunggal / tidak ada yang lain. Setelah seseorang berkeluarga, ia melibatkan pribadi lain dalam kehidupannya, karena itu jangan mementingkan diri sendiri.
#Berikan contoh sikap yang egois dalam berkeluarga! (Masalah membeli makanan; ingat pasangan, ingat anak / dll.)
3. Surprise (berikan kejutan).
Satu beri dua = Minta 1 dapat 2 = Beli 1 dapat 2 = SURPRISE! Memperoleh sesuatu yang tidak disangka, mendatangkan rasa senang. Berikan kejutan bagi pasangan atau anggota keluarga kita. Senangkan mereka dengan hal-hal demikian.
#Apakah saudara pernah memberikan kejutan yang menyenangkan bagi anggota keluarga? Ceritakan kejadiannya! Apa yang mereka rasakan kemudian?!
Mari kita introspeksi, apakah hubungan kita dalam keluarga sudah harmonis? Maleakhi 4 menceritakan tentang kedatangan Tuhan kelak. Peristiwa itu digambarkan dengan terjadinya pemulihan keluarga. Mengapa harus dipulihkan? Karena sudah rusak dan iblis terus berusaha menghancurkan keluarga demi keluarga, sehingga ‘image’ kita tentang Bapa di Surga menjadi salah. Menjelang kedatangan Tuhan, keluarga harus pulih lebih dahulu.
