[COOL] KEINTIMAN DENGAN TUHAN, 10 SEPTEMBER 2019

KEINTIMAN DENGAN TUHAN

Mazmur 25:14

 

#Mengapa kita harus memiliki hubungan intim dengan Tuhan? (Umat yang tidak mengenal Tuhan akan binasa; Hos.4:6. Karena jika melayani Tuhan hanya demi ‘kelihatan’, akhirnya bisa kehilangan keselamatan; Mat.7:21-23).

 

Bagaimana kita bisa memiliki hidup yang intim dengan Tuhan?

  • Selalu merindukan Tuhan (Mzm.42:1-2,63:1-2).

#Sebutkan beberapa contoh orang yang memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. (Memiliki waktu untuk saat teduh, bersekutu dengan Tuhan / membaca dan merenungkan firmanNya)

Kerinduan itu soal hati. Tuhan sudah tanamkan kerinduan itu di hati manusia. Orang yang merindukan Tuhan pasti selalu kuat kehidupannya (Yes.40:31).

  • Selalu rindu hidup dalam hadirat Tuhan.

#Seperti apakah hadirat Tuhan itu? Dapatkah mengalami hadirat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana caranya? (Melalui doa-pujian-penyembahan)

Orang yang intim dengan Tuhan akan selalu tinggal dalam hadiratNya dan membawa hadirat Tuhan ke mana pun ia pergi. Ke kantor, sekolah, pelayanan, dll. Orang lain bisa merasakan kehadiran Tuhan melalui keberadaan kita. Contoh: Musa (Kel.34:29-35). 

  • Selalu rindu menyenangkan hati Tuhan (Kis.13:22b).

#Apa yang bisa dilakukan untuk menyenangkan hati Tuhan?

Orang yang menyenangkan Tuhan akan mendapatkan perkenananNya. Orang yang menyenangkan Tuhan, suka melakukan perintah Tuhan (Mat.22:37, 1Yoh.2:3-6).

 

Keintiman adalah hasil dari sebuah proses. Keintiman tidak bisa terjadi secara instan. Butuh waktu, kedisplinan, dan konsistensi. Demikian pula dalam hal keintiman kita dengan Tuhan. Tuhan tentu saja mengenal hati dan pikiran kita, lebih dari yang kita tahu. Tapi karena keintiman harus melibatkan dua pihak, maka kita harus mengenal Tuhan lebih dalam  lagi. Kekristenan tidak ditentukan dari seberapa lama kita mengenal Tuhan, tetapi seberapa dalam kita mengenal Tuhan. Seberapa dalam kita mengenal Tuhan diukur dari seberapa intim hubungan kita dengan Tuhan. Apakah kita yakin selama ini sudah mengenal Tuhan dengan intim?