[COOL] Doa Yang Penuh Kuasa, Rabu 19 September 2018

DOA YANG PENUH KUASA

Ref: 2 Tawarikh 7:15

PENDAHULUAN

Setiap orang Kristen pastilah tiap hari berdoa bukan?! Pertanyaannya adalah apakah setiap doa kita itu dijawab Tuhan? Apakah setiap doa kita mendatangkan kuasa atas sesuatu yang kita harapkan? Firman Tuhan hari ini akan mengingatkan kembali tentang doa  yang berkuasa, yang menggerakkan kuasa Allah untuk menyatakan mujizatNya.

URAIAN

Doa yang penuh kuasa:

  1. Doa dengan otoritas Tuhan (Yak.5:17).

Berdoalah seperti yang Tuhan katakan kepada kita. Tentunya kita harus melatih kepekaan roh kita terhadap Roh Kudus, seperti yang dilakukan Elia (1Raj.18:1). Kepekaan muncul dari keintiman dengan Tuhan (gaya hidup berdoa-memuji-menyembah dan bertekun dalam firmanNya).

  1. Doa dengan segenap hati (1Sam.1:10).

Hana berdoa dengan kesungguhan dan fokus yang sangat kuat pada Tuhan (sampai dia mencucurkan air mata). Doa dengan segenap hati mendatangkan mujizat (bahkan yang tidak lazim) di mana “mandul” dijadikan “berbuah”. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

  1. Doa dengan jaminan (Bil.14:13-19).

Hidup kita harus memiliki nilai yang berarti di hadapan Tuhan. Nilai tersebut (keselamatan-kekudusan-kemuliaan) menjadi sebuah ‘garansi’ di mata Tuhan, bahwa ada ‘anakNya’ yang sedang menantikan Tuhan melalui doa-doanya.

SHARING

Umum: “Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

Khusus: “Sejauh mana saudara menerapkan 3 hal di atas dalam kehidupan doa saudara? Adakah penghalang dalam melakukannya?”

PENUTUP

Kita sedang berada di era Pentakosta ke-3 di mana pencurahan Roh Kudus sedang dinyatakan secara besar-besaran. Artinya kuasa ilahi sedang dimanifestasikan untuk suatu tujuan atas penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus kali kedua. Kuasa ini juga berpengaruh untuk membangkitkan kehidupan doa atas setiap orang percaya. Teruslah berdoa agar kemuliaan Tuhan dinyatakan, namun bukan sekedar doa-doa atas kebutuhan pribadi saja, melainkan juga berdoa untuk pertobatan orang-orang yang ada di sekitar kehidupan kita.