[COOL] BERBUAH ATAU DI POTONG, 09 JULI 2019

BERBUAH ATAU DIPOTONG?

 Yohanes 15:2

PENDAHULUAN
Pilihannya hanya ada dua: Berbuah atau tidak berbuah! Jika tidak berbuah maka ”akan dipotong”. Jika berbuah, maka ”akan dibersihkan” supaya berbuah lebih banyak lagi. Tentu kita memilih untuk berbuah bukan?! Hasilkan buah berupa jiwa-jiwa dan berupa karakter-karakter rohani (Gal.5:22-23). Jika hidup kita berbuah, maka kehidupan kita pasti jadi berkat bagi sesama. Berbahagialah kita yang demikian.

URAIAN
Beberapa hal berikut ini adalah unsur-unsur “pohon” yang berbuah:
1. Harus disirami dan dipupuki.
Setiap hari harus disirami Firman Tuhan (Mzm.1:2). Firman Tuhan harus jadi sebuah kebutuhan dalam kerohanian kita.
2. Harus dibersihkan.
Bagian dari dahan, ranting, dan daun yang tidak berguna (kering, mati, dll.) harus dibuang agar tidak mengganggu pertumbuhan. Bersihkan hidup kita dari dosa (kedagingan, karakter jahat, dll.). Jangan kompromi dengan dosa. Dosa itu penghalang berkat.
3. Harus dijaga.
Jangan biarkan “hama” menyerang / merusak. Berjagalah dengan kehidupan doa (Luk.21:36), karena iblis terus mengintai jika kita tidak berjaga-jaga.

SHARING
Umum: “Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut menurut pengalaman hidup saudara.”
Khusus: “Apakah saudara sudah berbuah? Buah apa yang sudah dihasilkan? Ceritakan!”

PENUTUP
Pepatah mengatakan, “Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama”. Nama yang ditinggalkan adalah salah satu bentuk ‘buah’ yang baru akan diketahui kelak. Buah kehidupan apa yang telah kita hasilkan? Apakah kita selama ini jadi berkat bagi orang lain? Apakah kita dikenang karena hal-hal positif atau sebaliknya?